Seperti Ingin Meniru Braga Tapi Tuparev Belum Siap, Paving Block Malah Jadi Tempat Parkir

Kondisi Jalan Tuparev Karawang pasca pemasangan paving block dan digunakan tempat parkir kendaraan.

KARAWANG-Jalan Tuparev Karawang telah dipasangi paving block dengan menggunakan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Jawa Satu Power. Namun hal itu justru disayangkan oleh sejumlah masyarakat di Kota Pangkal Perjuangan, karena pemasangan paving block tersebut tidak meningkatkan estetika secara signifikan.

Pengamat Pemerintahan, Dr. Eka Yusuf mengatakan, pemasangan paving block di Jalan Tuparev seperti ingin meniru Jalan Braga Bandung. Namun di Karawang nampak belum siap, karena jalan yang sudah selesai di paving block masih dijadikan tempat parkir, sehingga estetika lokasi tersebut masih nampak semrawut.

“Kalau saya lihat pemasangan paving block di Jalan Tuparev ini seperti ingin meniru Braga tapi di Karawang belum siap. Belum siap nya karena pemasangan paving block yang menggunakan dana besar dari CSR salah satu perusahaan besar di Karawang ini hampir tidak merubah kondisi apa pun, khususnya soal estetika. Hal itu terlihat dari kesemrawutan karena setelah paving block di pasang pun masih dijadikan tempat parkir,” ujar dia, Rabu (2/10/2024).

Pengamat yang juga merupakan akademisi Unsika ini mengaku sangat setuju jika Jalan Tuparev, Jalan Kertabumi dan Jalan Arief Rahman Hakim atau yang biasa disebut Jalan Niaga ditingkatkan estetikanya, sehingga dapat menarik minat pengunjung. Mengingat lokasi-lokasi tersebut merupakan salah satu pusat perbelanjaan di Karawang.

“Saya sangat setuju jika Tuparev, Kertabumi dan Niaga dipercantik, ditingkatkan estetikanya dengan pemasangan paving block. Tapi harus disiapkan juga fasilitas tempat parkirnya. Jangan setelah dipasang paving block tapi estetikanya tidak meningkatkan secara signifikan karena parkirnya kurang tertata,” cetus dia.

Masih kata Eka jika melihat kondisi Jakan Tuparev saat ini, akan lebih baik jika dana CSR dari perusahaan yang berlokasi di Cilamaya tersebut digunakan untuk pembangunan lingkungan di sekitar lokasi perusahaan, sehingga masyarakat lebih merasakan manfaat secara langsung dari dana tersebut.

“Walau dana ini dari CSR, saya kira pemerintah bisa mengarahkan perusahaan untuk menggunakan dana CSR-nya dengan memprioritaskan pembangunan sekitar domisili perusahaan. Karena sama-sama kita tahu di sana (sekitar domisili PT. Jawa Satu Power Karawang) masih banyak pembangunan yang dibutuhkan, mulai dari infrastruktur jalan Cikalong-Cilamaya, ekosistem laut dan pembangunan lainnya di sekitar pesisir. Saya kira itu lebih bijak dan bermanfaat untuk masyarakat Karawang,” tandasnya.(zak) 

Baca juga