Sekolah di Cianjur Ini Ambruk Diterjang Angin

Kondisi Sekolah SDN Sugih Mukti Usai Diterpa Badai Angin

CIANJUR-Bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sugih Mukti yang terletak di Kecamatan Cikalongkulon, Cianjur, Jawa Barat, ambruk tak tersisa oleh angin kencang. Selain angin, tuanya umur bangunan juga jadi penyebab ambruknya sekolah tersebut.

Letak SDN tersebut berada kurang lebih 12 kilometer dari Kecamatan Cikalongkulon, tepatnya di Kampung Pasir Malang, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.

Pengurus SDN Sugih Mukti, Ajid Mardiansyah mengatakan, ambruknya bangunan tersebut terjadi pada Selasa (15/9/2020) sekitar pukul 13:25 WIB yang diakibatkan oleh angin kencang.

“Saat itu angin sangat kencang. Ditambah bangunannya sudah tua maka langsung roboh. Selain itu tanah disini juga terbilang labil,” ujarnya saat diwawancara di lokasi, Kamis (17/9/2020).

Sementara, seorang guru yang mengajar di SDN Sugih Mukti, Asep Sobarna, mengaku bahwa bangunan tersebut sudah memiliki umur lebih dari 60 tahun.

“Bangunan ini sudah berada di waktu saya masih kecil, saya juga dulu sekolah disini,” katanya.

Menurutnya, sekolah tersebut menjadi tumpuan harapan para orang tua siswa di desa tersebut karena sebagian besar anak di Desa Mekar Mulya bersekolah di SDN Sugih Mukti.

“Total murid di sekolah ini ada 85 siswa. Karena letaknya berada tengah desa membuat banyak siswa yang bersekolah kesini,” ucapnya.

Asep merasa Khawatir, jika pemerintah memberlakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka, para siswa tidak ada tempat untuk melakukan KBM tatap muka.

“Mungkin kalau sekolah ini belum diperbaiki sampai masuknya sekolah seperti biasa, kayanya siwa akan belajar di lapang sekolah untuk sementara,” ungkapnya.

Prihatinnya lagi selama sekolah tersebut ambruk, belum ada sama sekali perbaikan dari pihak pemerintah.

Asep mengaku sebelumnya pernah mengajukan bantuan untuk SDN Sugih Mukti, namun hingga saat ini bantuan tersebut belum juga tiba.

“Kita berharap mudah-mudahan bangunan ini bisa secepatnya melakukan tahap perbaikan, supaya dikala masuk sekolah anak-anak bisa belajar lagi di kelas,” pungkasnya.(wan/zak)

Baca juga