Ratusan Santri dan Umat Islam Berkumpul, Melakukan Aksi Atas Isiden Penyitaan Bendera Tauhid oleh Panitia HSN 2019

Masa Aksi Mulai Bergerak Menuju Masjid Agung Cianjur

CIANJUR –  Ratusan Santri dan anggota dari organisasi Islam menggelar aksi atas Insiden penyitaan bendera tauhid oleh panitia dan oknum Banser peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di alun-alun Cianjur beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan dilapangan, ratusan orang massa aksi damai yang tergabung dalam Forum Umat Islam Cianjur Peduli Kalimat Tauhid. Mereka mulai berkumpul sekitar pukul 13.00 WIB, di halaman Masjid Al-Qubro di Jalan Kh Abdullah bin Nuh

Massa aksi juga tampak mengibarkan bendera tauhid dalam berbagai ukuran. Bahkan dibentangkan juga tiga bendera bertuliskan kalimat Tauhid dengan panjang 7 meter.

Rencananya aksi tersebut akan dimulai dengan konvoi dari Masjid Al-Qubro di Jalan KH Abdullah bin Nuh melalui Jalan DR Muwardi-Jalan Hos Cokroaminoto dan berakhir di Jalan Siti Jenab tepatnya di dekat area kantor Pemkab dan Masjid Agung Cianjur.

“Hari ini dimulai dari titik ini, kita kibarkan kalimat Tauhid. Kita buktikan, Demi Allah jika di muka bumi ini masih banyak yang mencintai kalimat ‘Lailahaillah Muhammad Rasulullah’,” ujar Habib Hud, koordinator aksi sekaligus pimpinan Ormas islam di Cianjur, dalam orasinya di titik pemberangkatan massa.

Namun, dirinya juga mengingatkan agar massa aksi tetap tertib dan menyampaikan aspirasinya secara damai.

“Kami harap kita semua tertib, hati hati ada penyusup. Kita tidak ada anarkis kita damai. Kalau ada yang bilang anarkis mereka yang anarkis,” tegasnya

Sebelumnya aksi tersebut merupakan reaksi lantaran adanya penyitaan bendera tauhid yang dikibarkan sekelompok remaja peserta pawai santri, Selasa (22/10/2019)

Atas insiden tersebut terus berlanjut hingga malam puncak perayaan. Bahkan Gus Miftah yang akan mengisi acara malam itu terpaksa dibatalkan, karena podium dikuasai oleh sekelompok orang yang merasa kecewa dengan adanya penyitaan. (zie)

Baca juga