PTM di Karawang Bakal Digelar 14 September

KARAWANG-Pemerintah Kabupaten Karawang saat ini tengah mempersiapkan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM). Direncanakan per 14 September 2021 sejumlah SD dan SMP di daerah lumbung padi itu sudah bisa melakukan PTM.

“Kami sedang mempersiapkan aturannya. Berapa persen siswa yang bisa melakukan TPM dan bagai mana pembagian gilirannya,” ujar Bupati Karawang, Cellica Nurrachadian, selepas memimpin rapat di Aula Singaperbangsa lantai 3, Kamis (9/9/2021).

Menurutnya, saat ini PPKM di Karawang sudah masuk ke level 2. Atas dasar itu sekolah boleh menggelar PTM dengan protokol ketat.

Menurut Cellica Nurrachadiana, PTM akan dilaksanakan secara terbatas pada jenjang SD dan SMP bagi siswa yang berusia di atas 12 tahun.



Dijelaskan, pihak Dinas Pendidikan setempat akan menentukan sekolah mana yang akan dilakukan uji coba. Ketentuannya harus ada jaga jarak dan tetao menerapkan protokol kesehatan, berikut fasilitasnya.

Selain itu, lanjut Cellica, para siswa tidak diperkenankan jajan di luar sekolah. Proses belajar mengajar (KBM) dibatasi jamnya dan dibagi sistem bergilir.

“Vaksinasi bagi belajar jadi syarat. Namun tidak mutlak. Kami nanti sekaligus akan menyisir siswa di sekolah mana yang sudah banyak divaksinasi,” ungkapnya.

Sementara  untuk jenjang SMA, kata Cellica, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Begitupun dengan perguruan tinggi yang ada di Karawang, ia mengaku akan berkomunikasi dengan pihak terkait.

Cellica mengaku telah menginstruksikan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Pendidikan. Satgas ini nantinya akan mengevaluasi pelaksanaan uji coba PTM di sekolah – sekolah yang ditunjuk.

“Jika sesuai boleh dilanjutkan, jika tidak kita hentikan sementara PTM di sekolah itu,” ucapnya.

Cellica pun meminta sekolah tak memberi sanksi, misalnya berhubungan dengan nilai, kepada siswa yang belum diizinkan mengikuti PTM oleh orang tuanya. Ia mengaku mendapat pesan di media sosial facebook dan instagram dari orang tua siswa yang mengkau masih khawatir putra-putrinya mengikuti PTM.

“Saya rasa tidak bisa memaksakan dalam situasi seperti ini (pandemi Covid-19). Kendati banyak juga orang tua siswa yang ingin anak-anaknya sekolah secara normal,” katanya.(red)


Baca juga

Leave a Comment