Profil Ahli ‘Cuci Otak’ Yang Pernah Ditentang IDI, Kini Jadi Menteri Kesehatan

dr. Terawan

PRASASTIJABAR.COM-Dokter Terawan Agus Putranto terkenal sebagai dokter dengan metode ‘Cuci Otak’ untuk pasien stroke. Ia sudah melayani pasien hingga puluhan ribu melalui metodenya ini. Namun metodenya ini dianggap kontroversi oleh IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sehingga membuat ia pernah dipecat dari IDI.

Terawan dilahirkan di Yogyakarta pada 5 Agustus 1964. ia mengenyam pendidikan di SMP Negeri 2 Yogyakarta. Setelah lulus dari sana pada tahun 1980, ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMA Bopkri 1 Yogyakarta dan kemudian lulus pada tahun 1983.

Setelah tamat SMA, Terawan Agus Putranto kemudian diterima masuk di Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta dan kemudian lulus pada tahun 1990. Prestasinya cukup baik, terbukti ia berhasil menjadi dokter saat berumur 26 tahun.

Selepas lulus sebagai seorang dokter, dr Terawan kemudian bergabung dengan TNI Angkatan Darat melalui jalur Korps Kesehatan Militer. selama bergabung dengan TNI AD, dr. Terawan pernah bertugas di Bali, Lombok dan kemudian Jakarta.

Ia kemudian melanjutkan pendidikannya berbekal beasiswa ikatan dinas. Ia mengambil gelar master dibidang spesialis Radiologi di universitas Airlangga, Surabaya dan selesai pada tahun 2004.

Beberapa tahun kemudian yakni 2009, dr. Terawan kemudian masuk dalam jajaran tim dokter kepresidenan. Selain itu, ia terus memperdalam ilmu kedokterannya dengan menempuh program Doktor (S3) di Universitas Hasanuddin, Makassar.

Metode Cuci Otak
Dalam studinya, ia menekankan perhatiannya pada penderita stroke. Disertasinya berjudul ‘Efek Intra Arterial Heparin Flushing Terhadap Regional Cerebral Blood Flow, Motor Evoked Potentials, dan Fungsi Motorik pada Pasien dengan Stroke Iskemik Kronis’.

Metode pengobatan ‘Cuci Otak’ nya bahkan sudah ia terapkan dan digunakan di Jerman. Ia membuat paten dengan nama ‘Therawan Theory’. Menurut pengalaman dr. Terawan, dengan metode ini pasien bisa sembuh sekitar 4-5 jam pasca operasi.

Karena prestasi serta pengalamannya, pada tahun 2015 dr. Terawan diangkat sebagai Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto dengan pangkat Mayor Jenderal.

Menjadi Menteri Kesehatan
Pada bulan oktober 2019, Presiden Joko Widodo menunjuk dr. Terawan Agus Putranto sebagai Menteri kesehatan menggantikan Nila Djuwita Anfasa Moeloek yang sebelumnya menjabat sebagai Menteri Kesehatan. (red).

Sumber : biografiku.com

Baca juga