Polsekta Karawang Tangkap Tiga Jambret yang Sebabkan Korban Tewas

KARAWANG-Hanya dalam tempo tiga pekan pelaku jambret yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia, berhasil dibekuk jajaran Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Karawang. Mereka merupakan komplotan yang beraksi di Jalan Pangkal Perjuangan (Bypass), Kecamatan Karawang Barat. 

“Tiga pelaku yang diamankan berinisial AAD (37), CM (26) dan AR (35) yang merupakan warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Mereka ditangkap pada Kamis (9/9/21) atau tiga hari setelah kejadian ,” kata Kapolres Karawang, AKBP Aldi Subartono didampingi Wakapolres, Kompol Ahmad Faisal Pasaribu dan Kapolsek Karawang Kota, Kompol Suparno kepada wartawan di Mapolres Karawang, Sabtu (11/9/21).

Aldi mengatakan, korban kejahatab mereka yang tewas bernama Pipin Oktaviana (26), warga Yogjakarta yang mengontrak di Cikarang. Saat itu korban bersama suami dan anaknya pulang dari Galuh Mas setelah membeli perhiasaan.

Kendaraan mereka diikuti oleh para pelaku yang menggunakan dua sepeda motor. Ketika dilokasi kejadian, pelaku AR menarik tas korban sampai motor yang dikemudikan suaminya terjatuh.



“Akibatnya korban terluka dibagian hidung hingga mengeluarkan darah dan tidak lama korban meninggal dunia di rumah sakit. Selain itu, anak korban juga mengalami luka dibagian pelipis mata. Pelaku berhasil membawa tas milik korban, ” ungkap Aldi.

Menurut Aldi, dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap di Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. 

“Mereka mengaku sudah melakukan curas spesialis jambret sebanyak 17 kali di Kabupaten Karawang dan 6 kali di Kabupaten Bekasi. Kami juga sedang melakukan identifikasi korban-korbannya untuk dimintai keterangannya,” ungkap Aldi.

Dijelaskan, komplotan jambret itu beraksi pada malam hari. Sasarannya adalah mengguna sepeda motor yang melintas di jalan yang sepi dan gelap.

Hasil kejahatab mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Barang bukti yang diamankan satu ponsel, satu motor milik korban, dan dua motor milik pelaku yang dipakai saat beraksi. Mereka dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 7 tahun,” kata Kapolres.(Red)


Baca juga

Leave a Comment