Petani Ikan Harus Waspada Bakteri Aeromonas

Kondisi Ikan yang mati

CIANJUR – Dinas Kelautan Perikanan dan Perternakan (Dislutkanak) Kabupaten Cianjur mengimbau petani untuk mewaspadai bakteri Aeromonas yang dapat menyebabkan ikan terserang penyakit dan mati mendadak.

Kasi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Dislutkanak Cianjur, M. Agung Rianto mengatakan, situasi dan kondisi cuaca saat ini sangat memicu dan rentan terserang penyakit yang mengakibat ikan mati mendadak.

“Perpindahan dari musim kemarau ke musim penghujan dapat menyebabkan kualitas air menjadi buruk dan membut munculnya sejumlah penyakit, terutama seperti saat ini cuaca yang tidak menentu,” kata dia, Kamis (21/11/2019).

Baca Juga: Misterius, Sejumlah Ikan Mati Mendadak

Ada beberapa jenis penyakit yang dapat muncul untuk kondisi seperti ini, salah satunya seperti penyakit Aeromonas yang memiliki ciri berupa bintik merah dan berubah warna menjadi kuning, dan pada kondisi tertentu terdapat jamur.

“Penyakit aeromonas tersebut dapat muncul karena faktor alam, seperti kolam ikan yang sudah jenuh atau telah lama tidak diganti dengan air yang baru, dan karena cuaca seperti sekarang,” tutur dia.

Agung menjelaskan, cara menangulangi penyakit tersebut, petani dapat memberikan pakan disertakan dengan campuran anti biotik dengan dosis yang telah disesuaikan dengan luasan kolam dan populasi ikan di dalamnya.

“Selain dengan cara tersebut, petani juga dapat mengobatinya dengan obat herbal. Mayoritas pembudidaya ikan di Cianjur ini masih tradisional sehingga banyak yang tidak punya bak khusus,” ucap dia

Agung menambahkan, pihaknya akan segera turun ke lapangan, untuk memerikan arahan dan membatu mengobati ikan yang terserang penyakit. Selain itu juga pembudidaya akan diberikan sosialisasi untuk mengurangi resiko kematian ikan.(zie/zak)

Baca juga