Musim Hujan, Tapi Sawah di Majalaya Malah Kekurangan Air

Petani di Kecamatan Majalaya harus memompa air dari sungai untuk mengairi sawah

KARAWANG-Meski sudah memasuki musim penghujan, sejumlah area sawah di Kecamatan Majalaya malah mengalami kekurangan air. Petani terpaksa harus menyedot air dari sungai dengan bantuan pompa.

Salah seorang petani asal Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Saepul Bahri mengaku tidak ada pilihan lain untuk dapat mengaliri air ke sawahnya selain dengan bantua pompa. Namun, hal itu membutuhkan biaya tambahan hingga Rp6 juta rupiah untuk biaya operasi mesin pompa selama satu minggu.

Baca Juga: Komisi II Minta Pemkab Fokus Tingkatkan Sektor Pertanian

“Kami petani harus merogoh kocek lebih dalam karena harus menggunakan pompa untuk mengairi sawah,” ungkapnya kepada Prasasti Jabar, Selasa(21/1/2020)

.Sementara, Pengelola Bangunan Bagi Utama (BBU) Leuweung Sereh, Odoy mengaku sudah berupaya memaksimalkan pembagian air yang dipasok dari sungai, agar semua area sawah bisa mendapatkan air secara merata.

“Seluruh pintu air kita maksimalkan untuk membagi pasokan air supaya semua sawah petani tercukupi,” pungkasnya.(jat/zak)

Baca juga