Kebakaran Lapas, Begini Cara Warga Binaan Lapas Karawang Padamkan Api

KARAWANG-Sejumlah warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karawang berteriak histeris. Mereka bahkan menggedor gedor jeruji besi meminta sipir membukakan pintu dengan cepat.

Sementara asap hitam mulai mengepul pada atap ruangan yang mereka tempati. Para warga binaan takut terpanggang api, saat kebakaran melanda Lapas, Kamis siang (16/9/2021).

Mereka tak mau nasibnya sama dengan para warga binaan di Lapas Tangerang yang terbakar satu pekan silam. Teriakan minta tolong terus mengema dari ruangan sempit itu.

“Tolong-tolong, kebakaran, cepat buka pintunya pak,” teriak mereka bersahut-sahutan.

Tak lama petugas penjaga datang dengan membawa kunci. “Harap tenang, jangan panik,” kata petugas.

Setelah pintu jeruji dibuka, para warga binaan segera dikumpulkan di lapangan terbuka. Sambil membawa alat pemadam api ringan (APAR)  petugas lain segera masuk ke dalam blok penjara dan memadamkan api.

Tak butuh waktu satu menit, petugas langsung memadamkan api yang muali membesar di dalam ruangan. Peristiwa itu tergambar jelas dalam simulasi bencana kebakaran yang dilakukan oleh Lapas Kelas II A Kabupaten Karawang bersama
UPTD Pemadam Kebakaran Karawang.

“Kegiatan ini merupakan bimbingan teknis dan simulasi bencana, termasuk jika terjadi kebakaran,” ujar Kepala Lapas Kelas II A Karawang Lenggono Budi.

Dijelaskan,  kegiatan bimbingan teknis kebencanaan itu sangat penting dilakukan bagi petugas lapas dan warga binaan. Hal itu  untuk meminimalisasi korban jika bencana benar-benar terjadi.

Disebutkan pula, saat ini Lapas Karawang dihuni  1100 warga binaan yang kaoasitas sebenarnya hanya untuk menampung 590 warga binaan.

Dalam pelatihan tersebut, petugas lapas dan warga binaan diberikan tehnik untuk memadamkan api dan simulasi ketika terjadi bencana. “Intinya, petugas maupun para penghuni jangan panik. Semua bisa di atasi jika suasana tidak ricuh,” kata Lenggono.(red)

Baca juga