Jangan Ngaku Orang Karawang Kalau Belum Minum Kopi Khas Karawang

KARAWANG-Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Karawang, Anggi Rostiana mendorong pengembangan kopi Karawang. Bahkan ia menyebut orang Karawang harus minum kopi khas Tanah Pangkal Perjuangan.

Menurutnya, terdapat potensi kebun kopi dengan luas ribuan hektar di Karawang. Namun, yang baru terdata kebun Kopi Karawang ada 750 hektar. Oleh karenanya, potensi besar untuk Karawang mengenalkan kopi khas Karawang ke masyarakat luas.

Politisi PKB tersebut mengatakan, di Indonesia ini ada beberapa kopi yang terkenal namanya, bahkan dinikmati masyarakat. Sebab itu, Anggi harapkan kopi Karawang menjadi ikon khas.

“Ketika sedang ngopi, jadi terasa khas oh ini loh kopi Karawang. Nah, kami harapkan dengan kopi nama Karawang jadi lebih dikenal lagi,” harap Anggi.



Menurutnya, dengan ratusan hektar kebun kopi Karawang sebuah peluang bagi pemerintah. Apalagi sekarang ini pemerintah lagi fokus pengembangan UMKM.

“Kami mendorong pemerintah memberikan bantuan dan pelatihan kepada petani kopi. Agar kopi Karawang berkualitas dan mempunyai daya saing,” kata Anggi.

Kata dia, Komisi II DPRD sedang membahas Raperda inisiatif mengenai produk Karawang. Salah satunya, kopi Karawang menjadi masukan melengkapi Raperda tersebut.

“Kopi Karawang juga sudah ada kemasan khusus. Ini bagus sekali. Jadi bisa membeli kopi tidak hanya kedai atau caffe, tetapi di warung kelontongan juga ada. Tentunya kami mendukung pengembangan kopi Karawang,” tandasnya.

Sementara, bagi Saepul Riki, ketua Asosiasi Petani Kopi Indonesia (Apeki) Karawang, mengenalkan kopi Karawang adalah pekerjaan rumah besar. Ia mengakui belum banyak warga Karawang yang tahu dan kenal daerahnya juga penghasil kopi.

“Keinginan kami tidak muluk-muluk. (Kopi Karawang bisa dinikmati oleh penikmat kopi di Karawang,” ujar Riki.

Di Karawang, kata Riki, ada beberapa merek kopi Karawang. Di antaranya Koffie Hideung, Kopi Hansip, Kopi Sanggabuana, dan Kopi Akar.

Karenanya, Riki juga ingin kedai-kedai kopi di Kota Pangkal Perjuangan menyuguhkan kopi Karawang. Ia mengaku miris kopi Karawang justru biasanya dijual ke luar daerah. Yang diproduksi dan dikonsumsi di Karawang hanya sekitar 10 persen.

“Jangan mengaku orang Karawang kalau belum minum kopi Karawang,” tegas dia.(zacky ardika)


Baca juga

Leave a Comment