
Sejumlah KJA rusak akibat diterjang air bah sungai Cisokan
CIANJUR-Sebanyak 20 petak Kolam Jaring Apung (KJA) di Kampung Jangari, Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, rusak berat akibat diterjang banjir bandang aliran sungai Cisokan. Akibatnya sejumlah petani mengalami kerugian puluhan juta.
Kepala UPTD Pengembangan Perikanan Perairan Umum Cirata, Cianjur, Budi prayatna mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Minggu (15/12) dini hari, sekitar pukul 00.12 Wib. Sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Cianjur sejak sore hingga malam hari.
“Setelah diguyur hujan deras selama beberapa jam membuat aliran sungai Cisokan meluap dan menerjang KJA yang berada di pintu masuk aliran sungai ke waduk terseret hingga rusak parah,” katanya, Senin (16/12/2019).
Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil pendataan di lapangan ada sebanyak 20 KJA mengalami rusak parah, bahkan diperkirakan sebanyak 10 ton ikan siap panen lepas, dan mengakibatkan kerugian puluhan juta rupian.
Baca juga : Tekan Angka Kecelakaan Jelang Nataru, Petugas Gabungan Cek Kelaikan Angkutan
“KJA yang rusak itu milik tiga orang petani ikan di Jangari. Kondisinya sudah rusak parah, saling berdempetan dan besinya bengkok. Ikannya juga lepas, jadi tidak bisa dipanen, padahal sebagian sudah masuk masa panen,” ucapnya
Menurutnya, sebelum ada penertiban KJA oleh satgas program CItarum Harum, ada lebih dari 100 KJA yang terkena dampak dari kejadian serupa. Karena pada 2018, jumlah KJA masih banyak termasuk di pintu masuk aliran sungai ke waduk.
“Kejadian di peralihan musim tahun ini lebih sedikit, karena sebagian KJA sudah ditertibkan. Tapi bisa saja bertambah, mengingat masih ada KJA di pintu masuk air ditambah curah hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir,” tuturnya
Sementara itu, Wakil Ketua Kompepar Wisata Jangari, Hendrawan berharap, adanya respon Pemkab Cianjur dalam menangani masalah tersebut, karena air bah itu terjadi karena adanya tumpukan sampah di pintu masuk Jangari.
“Pihak-pihak terkait harus bekerja sama dalam menangani masalah tumpukan sampah yang menututpi pintu air ke waduk Jangari, sehingga sering membuat aliran sungai itu meluap dan terjadi banjir,” tandasnya. (zie/tif).
