Ikut Terimbas Pandemik Covid-19, PAD Karawang Baru 31,55 Persen

Kepala Bapenda, Hadis Herdiana

KARAWANG-Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Karawang turut terimbas pandemik Corona Virus Desease 2019 (Covid-19). Bahkan sampai 13 Mei 2020 baru memuyentuh 31,55 persen dari target Rp680 Miliar.

Target PAD di anggaran murni tahun 2020 awalnya sebesar Rp930 miliar. Namun karena terjadi pandemik Covid-19 diturunkan target menjadi Rp680 miliar.

“Per hari ini pendapatan Daerah baru mencapai nilai Rp214.597.000.000 atau 31,55 persen dari target Rp680 Miliar di anggaran murni tahun 2020,” jelas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Karawang Hadis Herdiana, Rabu (12/05/2020).

Perolehan sebesar itu, ungkap dia, merupakan global dari sumber pajak daerah lainnya dan PBB serta BPHTB di Kabupaten Karawang.

“Pendapatan itu dari semua jenis pajak daerah, termasuk PBB dan BPHTB,” terangnya.

Capaian sebesar 31,55% dijelaskan Hadis, merupakan capaian yang cukup memuaskan, ditengah badai pandemik Covid-19 saat ini, justru Karawang masih mampu menghasilkan pajak sebesar itu.

“Alhamdulilah kita masih dianggap mampu menhasilkan pendapatan, ditengah pandemik seperti saat ini, dengan segala keterbatasan tapi kita masih dapat menghasilkan yang cukup besar,” katanya.

Memang dampak pandemik Covid-19 diakui Hadis, pemerintah banyak mengeluarkan edaran pembatasan-pembatasan kepada semua masyarakat, termasuk seluruh objek pajak perusahaan dan lain-lain yang pada akhirnya berdampak pada pendapatan daerah.

“Kendati demikian kami Bapenda Karawang, memberikan keringanan kepada WP (wajib pajak), keringanan tersebut seperti penghapusan denda terhadap WP yang telat membayar pajak,” ungkapnya.

Disinggung soal antisipasi Bapenda Karawang dalam menentukan target di anggaran perubahan, jika pandemik Covid-19 terus berlangsung, diterangkan Hadis itu sudah menjadi salah satu bahasan dalam rapat yang pihaknya lakukan, antiaipasi atau langkah-langkah terkait pendapatan daerah sudah pihaknya kaji.

“Jika pandemik ini terus berlangsung kita sudah membuat antipasi, bisa saja nanti target bisa ditambah atau dikurangi di anggaran perubahan. Yang jelas kita lihat kondisinya dulu. Jika mungkinkan kita akan tambah, karena walaupun pandemik ini selesai cepat perlu waktu untuk pemulihan ekonomi di semua sektor ekonomi,” tandasnya.(red)

Baca juga

Leave a Comment