Gegara Bikin Onar, Dagang Narkoba, Hingga Overstay 19 WNA Dideportasi Kantor Imigrasi Karawang

KARAWANG – Kantor Imigrasi Kelas 1 Non TPI Karawang mendeportasi 19 warga negara asing (WNA) sepanjang tahun 2023. Mayoritas WNA yang dikembalikan ke negaranya itu akibat ijin tinggalnya telah kedaluwarsa (overstay).

Alasan lain, WNA tersebut terlibat jaringan narkoba dan membuat keributan di domisilnya. “WNA yang dideportasi berasal dari Malaysia, Pakistan, Filipina, dan China,” ujar Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Karawang, Petrus Teguh Aprianto, di kantornya, Rabu (20/12/2023).

Menurutnya, 19 WNA yang dideportasi itu awalnya tinggal di wilayah Karawang dan Purwakarta. Mereka dikembalikan ke negara asalnya secara bertahap sejak 1 Januari 2023 hingga 10 Desember 2023.

Dijelaskan, WNA yang dideportasi terdiri dari 2 warga Malaysia karena overstay dan usai menjalani hukuman kasus narkoba. Kemudian
5 WNA Filipina dideportasi karena tidak dapat membayar denda overstay. Mereka tidak bekerja di Indonesia melainkan wisatawan.

Selanjutnya 4 WNA asal China dideportasi karena tidak melaporkan keberadaannya. Sementata izin tinggal mereka adalah di Jakarta.

“Ada juga satu WNA Pakistan dikembalikan karena mengganggu ketertiban umum yang dilaporkan pihak Polres Purwakarta ke kantor imigrasi. Selain itu, ada juga WNA asal Yaman dan Palestina yang dideportasi,” katanya.

Selain deportasi, lanjut Petrus, kantor Imigrasi Karawang telah melakukan sejumlah upaya pengawasan dan penindakan keimigrasian. Misalnya 186 kali pengawasan lapangan, 43 pengecelan lapangan alib status, 15 pedetensian, dan pencekalan kepada 14 orang.

Petrus mengatakan, di wilayah Kabupaten Karawang ada 1.046 orang asing yang memiliki izin tinggal di Karawang. Kemudian di Kabupaten Purwakarta ada 623 WNA.
Kebanyakan WNA yang tinggal di dua daerah itu berasal dari China, Jepang, India, Korea Selatan, dan Taiwan.

Rinciannya WNA China ada 444 orang, 297 dari Jepang, 232 dari India, Korea Selatan sebanyak 199 orang, dan Taiwan ada 68 orang. Jumlah tersebut akumulasi sejak satu Januari 2023 hingga 8 Oktober 2023

Adapun jumlah permohonan izin tinggal terbatas selama 1 Januari 2023 hingga 8 Desember 2023 sejumlah 1.535 orang. Sedangkan permohonan izin tinggal tetap dan 76 pemohon.(red) 

Baca juga

Leave a Comment