Ganti Pejabat, Sampah di Karawang Tidak Tertangani

KARAWANG-Wilayah Karawang kota kembali mengalami darurat sampah, Senin (15/1/2024). Berbagai jenis limbah rumah tangga terlihat berserakan di setiap lokasi penampungan sampah sementara.

Kondisi tersebut tak pelak membuat sebagian masyarakat geram. Sebab, tumpahan sampah meleber hingga menutup sebagian badan jalan.

“Sepertinya, hari ini sampah tidak terangkut armada. Buktinya, sampah menumpuk di mana-mana dan memunculkan bau busuk,” ujar salah seorang warga Karawang, Yogi Kurnia.

Menurutnya, selain menimbulkan polusi udara, serakan sampah juga mengganggu arus lalu-lintas. Sampah yang tumpah dari bak penampungan telah menutup sebagian badan jalan.

Akibatnya, lanjut Yogi, para pengguna jalan harus memperlambat laju kendaraannya karena menghindari tumpukan sampah tersebut. Mereka juga harus berbagi badan jalan dengan pengendara lainnya karena jalan yang akan dilintasi mengalami penyempitan permukaan.

Yogi berharap kondisi tersebut segera di atasi Pemerintah Kabupaten Karawang, khususnya Bagian Kebersihan pada Dinas Lingkungan Hidup. “Jika tidak, volume tumpukan sampah ini akan lebih banyak. Tumpahannya akan semakin melebar menutup badan jalan,” kata Yogi dengan nada kesal.

Sementara itu, Pengamat sosial dan Kebijakan Pemerintah yang juga Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Singaperbangsa Karawang (Unsika) Dr. Eka Yusup mengatakan, hal itu merupakan dampak dari kebijakan Bupati Aep Syaepuloh yang melakukan mutasi pejabat secara serampangan beberapa waktu lalu.

“Saat ini jabatan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dibiarkan kosong. Kabarnya, Sekertaris Dinas dipercaya menjadi Pelaksana tugas (Plt) Kadis LH, ini kan menjadi rancu. Tugas dia terlalu berat,” kata Eka Yusup.

Kondisi tersebut, lanjut Eka, diperparah oleh pergantian Kabid Kebersihan yang tidak berdasarkan penilaian kepegawaian yang akurat. Akibatnya, Kabid Kebersihan yang baru tidak mampu menangani sampah yang berserakan di mana-mana.

Menurut Eka, kondisi darurat sampah yang terjadi saat ini merupakan dampak tidak langsung dari mutasi pegawai yang dilakukan Bupati Aep Syaepuloh. Eka bahkan memprediksi bakal ada dampak-dampak ikutan lainnya dari mutasi pegawai tersebut.(red) 

Baca juga

Leave a Comment