fbpx

Dinkes Cianjur Klaim Kasus Malnutrisi Menurun Capai 100 Persen

Upaya tekan malnutri dengan giatkan Posyandu.

CIANJUR-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur mengklaim tingkat malnutrisi di Kabupaten Cianjur selama dua tahun terakhir mengalami penurunan sekitar 100 persen.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Teni Hernawati, menjelaskan, penurunan kasus tersebut berkat adanya kerjasama antar lintas sektoral yang mendukung sejumlah program yang menjadi fokus bersama.

“Data awal pada 2017 tingkat kasus malnutrisi di Kabupaten Cianjur mencapai 323, dan data terakhir 2019 kasus malnutrisi atau gizi buruk tersebut menurun sekitar 81 kasus,” ucapnya, Rabu (29/1/2020).

Ia menjelaskan, upaya yang dilakukan sejauh ini adalah program secara spesifik seperti dari sektor kesehatan dengan memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, pemberian vitamin, imunisasi, dan asupan makanan.

Baca juga : Cegah Virus Corona, Dinkes Cianjur Siagakan Petugas di Objek Wisata

“Selain melakukan upaya spesifik yaitu dari sektor kesehatan, lalu untuk upaya di luar sektor kesehatan, itu dilakukan di bidang pendidikan, Infrastruktur dan pertanian juga dilakukan. Jadi semuanya bekerja sama untuk menekan angkat malnutrisi,” jelasnya.

Selain itu lanjut dia, dalam upaya pencegahan gizi buruk juga dilakukan pada saat mulai memasuki seribu hari kehidupan. Sedangkan untuk bayi atau balita yang terkena gizi buruk itu langsung diberikan intervensi dengan dirawat di Puskesmas.

“Untuk bayi dan balita yang terkena gizi buruk disertai dengan penyakit penyerta itu langsung dilakukan perawatan di RSUD Cianjur dengan pemberian penambahan asupan makan dan vitamin,” katanya.

Pihaknya menambahkan, selain melakukan upaya pecegahan kepada bayi dan balita. Pecegahan juga dilakukan terhadap anak diusia sekolah dengan melakukan upaya screening atau pemeriksaan kesehatan secara umum.

“Apabila ditemukan adanya indikasi penyakit yang berkaitan dengan malnutrisi maka akan langsung diberikan asupan makanan tambahan serta edukasi kesehatan,” pungkasnya. (zie/tif).

Baca juga

Leave a Comment