
Jalan Ciwidey-Cianjur yang telah diperbaiki Dinas Binamarga Provinsi Jabar
CIANJUR-Dinas Binamarga Provinsi Jawa Barat masih memiliki sisa pekerjaan perbaikan jalan Cianjur-Ciwidey sepanjang 18 Kilometer (Km). Pasalnya, dari total 48Km panjang jalan yang diperbaiki sejak 2016 itu, hingga 2019 lalu baru selesai sepanjang 29Km.
Penilik Ruas Jalan Cikadu-Batas Cianjur/Bandung UPTD Binamarga Provinsi Jabar Wilayah Cianjur, Sumarna mengatakan, kerusakan jalan penghubung Bandung-Cianjur Selatan tersebut sudah terjadi bertahun-tahun. Baru pada tahun 2016 mulai dilakukan perbaikan dengan lebar 4 hingga 5 meter.
“Pembangunan ruas jalan penghubung antar Kabupaten Cianjur dan Kabupaten Bandung itu dibangun dari 2016 dan pada selesai hingga 2019 akhir,” kata Sumarna Penilik Ruas Jalan Cikadu-Batas Cianjur/Bandung UPTD Wilayah Cianjur Dinas Binamarga Provinsi Jabar.
Baca Juga: Jelang Pilkada Serentak, Emil Ajak Masyarakat Lawan Hoaks
Pembangunan jalan itu, lanjut dia, mulai dari jalan Cianjur batas Bandung (Ciwidey)-Kebon Muncang Cikadu, Cikadu-Simpang Pancur Tilu, dan Simpang Pancur Tilu-Simpang Muara Cikadu.
“Total ada 48 kilometer yang akan kami perbaiki, sekarang sudah 29 kilometer jalur utama yang sudah dibangun dengan hotmix dan lapen,” paparnya.
Ia menyebutkan, sebelum pembangunan kondisi jalan tersebut rusak parah. Bahkan 60 persennya masih berupa tanah merah yang licin dan sulit dilalui terlebih saat musim hujan.
Baca Juga: Emil Harap NU Jadi Mitra Pemkab Cianjur dalam Pembangunan Pendidikan dan Kesehatan
“Untuk dapat melintasinya pengemudi kendaraan roda dua harus didorong dan pada bagian bannya mesti dililit rantai,” katanya.
Dirinya berharap, 29Km jalan yang telah diperbaiki tersebut dapat mempermudah aktivitas sehari-hari warga sekitar juga pengendara lainya.
Sementata itu, Asep Nuroni (30), Tokoh Pemuda di Desa Cikadu mengaku, warga di wilayah Cikadu dan sekitarnya sangat terbantu dengan telah diselesaikannya pembangunan ruas jalan Cikadu-Ciwidey. Hal itu membuat aktivitas warga lebih mudah serta bisa menopang perekonomian masyarakat.
“Kini waktu tempuh untuk melakukan jual beli hasil bumi dapat ditempuh dengan waktu yang singkat. Namun kami berharap untuk jalan yang belum dilakukan perbaikan segera diperbaiki,” pungkasnya.(zie/zak)
