Demi Air Bersih, Warga Harus Antre di Sungai Cinangsi Hingga Larut Malam

Warga Salakopi saat mengambil air di sungai Cinangsi

CIANJUR-Selama enam bulan warga Kampung Salakopi, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi, Cianjur, Jawa Barat, kesulitan mendapatkan air bersih. Bahkan untuk bisa mendapatkan air bersih mereka harus rela antre di Sungai Cinangsi hingga pukul 23.00 WIB.

Letak Sungai Cinangsi berada di sebelah Utara Kampung Salakopi. Untuk sampai ke sungai tersebut, warga harus jalan kaki melewati hutan bambu yang jaraknya sekira setengah kilometer dari pemukiman.

“Kekeringan di kampung ini sudah hampir enam bulan, karena di sumur kami sudah tidak ada air lagi,” ujar Acah (53) seorang warga Salakopi saat ditanya di sungai Cinangsi, Selasa (22/9/2020).

Ia mengaku, untuk bisa mendapatkan air, mereka harus rela mengantri hingga jam 11.00 WIB malam, dengan berbondong-bondong membawa senter.

“Jika untuk minum, saya bisa ngantri sampai jam 11 malam dengan diantar suami,” ungkapnya.

Menurutnya, selama kekeringan tersebut warga Salakopi belum sama sekali mendapatkan bantuan air bersih dari pemerintah.

“Sebetulnya ada dua desa yaitu Haurwangi dan Sukaratu yang terdampak kekeringan. Namun kebanyakan yang terdampak ada di Desa Haurwangi. Dari dua desa, ada kurang lebih 170 orang yang mengambil air di sungai Cinangsi dan sampai saat ini kami belum mendapatkan bantuan air bersih,” katanya.

Merek merasaha khawatir, dengan menggunakan air kotor yang tersisa di sungai Cinangsi bisa menimbulkan penyakit. Namun karena tidak ada pilihan lain para warga terpaksa menggunakan air sungai tersebut.

Sementara, Sekretarus Desa Haurwangi, Dayat Iskandar, mengakui untuk saat ini memang pihak desa belum mengajukan batuan air bersih kepada PDAM lantaran masih menunggu pengajuan dari RT dan RW Kampung Salakopi.

“Tapi kami akan segera panggil RT dan RW untuk secepatnya melakukan pengajuan bantuan air bersih kepada desa, supaya pihak desa bisa menindaklanjuti kepada PDAM,” pungkasnya.(wan/zak)

Baca juga