Delapan Korban Pemuas Seks Wisatawan Timur Tengah Diamankan Polres Cianjur

Polres Cianjur amankan pelaku dan korban traficking pemuas seks.

CIANJUR-Polres Cianjur amankan sebanyak lima orang pelaku dan delapan korban penjualan orang untuk kegiatan seks di kawasan Villa Kota Bunga Desa Sukanagalih Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur. Bahkan, di antara para korban tersebut juga terdapat laki-laki yang menjadi ladyboy.

Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi, menjelaskan, kedelapan orang korban tersebut dijadikan sebagai pekerja seks komersial bagi wisatawan asing berasal dari Timur Tengah disekitar villa kota bunga.

“Para pelaku menawarkan korbannya dengan berkeliling kesejumlah vila yang disewa oleh wisatawan asing, dengan menggunakan mobil Honda Brio yang merupakan milik dari DA (28), salah seorang mucikari,” kata Kapolres, Selasa (8/10/2019).

Baca juga : Miris, Ribuan Warga Nagrak Cianjur Belum Nikmati Listrik

Selain berkeliling kesejumlah villa, kata Kapolres, para tersangka juga menawarkan korban dengan melakukan komumikasi dengan telepon android. Setiap PSK dihargakan sebesar Rp300 hingga Rp500 untuk satu jam melayani, sedangkan untuk ladyboy dibayar dengan harga yang berbeda.

“Dari tangan tersangka berhasil mengamankan barang bukti uang tunai beberapa jutaan rupiah, tujuh buah telepon seluler, satu unit mobil, dan alat kontrasepsi,” ungkap Kapolres.

Atas tindakannya para pelaku dijerat Pasal 2 ayat (1) Undang-undang nomor 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman Pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda maksimal Rp600 juta.

Baca juga : Waspadai Kebakaran di Gunung Gede Pangrangro, BPBD Cianjur Kerja Sama dengan Masyarakat

Kapolres menambahkan, akan mendalami kasus trafficking tersebut yang diduga juga terjadi di sejumlah kawasan villa di wilayah Cianjur Utara. Selain itu, Polres juga akan menyelidiki adanya dugaan aktivitas seks komersial sesama jenis.

“Tak hanya itu saya akan langsung koordinasi dengan intansi terkait dengan wisatwan asing, meskipun saat pengungkapan mereka belum melakukan aktivitas seks. Kami juga bakal komunikasi dengan Pemkab Cianjur untuk pencegahan ke depannya,” pungkasnya. (zie/tif).

Baca juga

Leave a Comment