Dataran Tinggi Purwakarta Potensial Pengembangan Sayuran dan Holtikultura

Petani Sayuran asal Kec Darangdan Lakukan Pembenihan Tanaman Cabai.

PURWAKARTA-Wilayah dataran tinggi Kabupaten Purwakarta yang meliputi daerah kecamatan Darangdan, Bojong, Kiarapedes dan Wanayasa cukup potensial untuk pengembangan produk perkebunan jenis sayuran dan holtikultura.

Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kabupaten Purwakarta mengajak masyarakat memanpaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam. Sayuran dan buah-buahan bisa ditanam di sana sehingga dapat merangsang konsumsi sayuran.

“Purwakarta itu merupakan salah satu wilayah yang potensial untuk pengembangan sayuran. Makanya, ini akan kami dorong ke masyarakat, Selain Manggis, Cengkeh dan Teh, empat wilayah ini memiliki potensi untuk didorong menjadi perkebunan sayur dan holtikultura” ujar Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Purwakarta, Agus Rachman Suherlan, Senin (9/9/2019).

Pihaknya pun berkomitmen untuk mempertahankan kekayaan alam ini dan membuatnya semakin berkembang. Salah satunya, yakni bekerjasama dengan petani dan bermitra dengan penyedia atau produsen benih.

“Yang lebih potensial untuk wilayah dataran tinggi itu, di antaranya jenis cabai dan mentimun. Ini akan terus kami dorong,” ujar Agus.

Baca juga : Bupati ‘Pusing’, Ribuan THL di Pemkab Bebani APBD

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah meningkatkan kesadaran masyarakat dengan memanfatkan lahan yang ada. Terutama masyarakat perkotaan keterbatasan lahan sering kali menjadi kendala bercocok tanaman sayuran.

Namun hal itu jangan dijadikan halangan karena saat ini sudah banyak media yang dapat digunakan, semisal melalui konsep tabula pot, hidroponik atau menggunakan media lain yang tak terlalu memakan banyak lahan.

Untuk pengembangan itu, lanjut Agus pihaknya menyediakan petugas memberikan ilmu bagaimana teknik bercocok tanam di lahan terbatas.

Baca juga : Bupati Purwakarta : Disinyalir Marak Gunakan Jalur Ilegal, TKI Asal Purwakarta Harus Diawasi

“Jika masyarakat memerlukan informasi soal cocok tanam. Nanti, petugas kami akan membantu mentransfer ilmu bercocok tanam kepada masyarakat, khususnya yang ada di wilayah perkotaan,” tutupnya. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment