
Bangunan tua cikal bakal industri keramik plered.
PURWAKARTA – Sebuah bangunan tua yang berada tepat di pinggir Jl raya Plered (Gonggo) Kecamatan Plered Kabupaten Purwakarta menjadi bangunan sejarah dimana awal mulanya industri keramik Plered sekaligus masa kejayayaannya.
Dari Informasi yang berhasil dihimpun, bangunan itu dulunya didirikan dan diresmikan oleh Wakil Presiden RI pertama Mochammad Hatta pada tahun 1950 lalu sebagai sanggar belajar bagi pengrajin keramik pemula.
Tampak depan bangunan bagian atas membentuk dinding tinggi bertuliskan “Induk Perusahaan Keramik Plered”.
Sementara, dibagian belakangan bangunan, tampak dua cerobong asap menjulang setinggi kurang lebih 5 meter dan dibawahnya, ada enam tungku perapian tempat pembakaran gerabah.
Dibenarkan Agus (45), yang kini menempati bangunan tersebut mengatakan, saat ini bangunan tersebut masih berpungsi produksi keramik dan di jual keberbagai daerah di Indonesia hingga luar negri.
Untuk menenempat bangunan tersebut, dirinya mengaku menyewa dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemprov Jabar.
Baca Juga : Produksi Keramik Plered Turun Hingga 30 Persen
“Orang tua saya bilang bangunan ini dulu dibuka oleh Bung Hatta (Wakil Presiden RI pertama, Mochammad Hatta), dan ini sekarng milik pemfrov Jabar” ujar Agus saat ditemui disela kegiatannya. Selasa, (11/2/2020).
Sementara, diperjelas warga setempat yang juga pemilik toko keramik di sekitar bangunan tua tersebut Dadang Zarkasi (65) mengatkan, di bangunan tersebut sempat menjadi satu- satunya industri keramik di Indonesia.
“Iya seingat saya pabrik ini di buka sekitar tahun 1950 oleh bung Hatta dan menjadi pabrik keramik pertama saat itu” jelasnya.
Awal mula berdirinya bangunan tersebut, ditambahkannya, diprakarsai oleh tokoh masyarakat setempat yang menginginkan tata kelola manajemen produksi gerabah lebih modern. Itu kenapa, bangunan itu dinamakan Induk Perusahaan Keramik Plered.
“Dulu sekali bangunan ini berfungsi sebagai sarana peningkatan dan pengembangan usaha keramik. Bahkan dulu perintah pusat mengirim mesin buatan Jerman penghalus tanah liat,” katanya.
Setelah itu, produksi gerabah meningkat. Bahkan, gerabah Plered ini mensuplai ornamen kegiatan intenasional di Jakarta.
Salah satunya kata dia, membuat gentong dan jolang besar berukuran tinggi 170 cm dan diameter 150 cm untuk dikirim ke Jakarta, pada momen Game of The New Emerging Force (Ganefo) yang digagas Presiden RI pertama, Ir Soekarno pada 1963.
“Dimana pada saat itu didatangkan mesin-mesin dari Jerman dan mencapai masa kejayaan karena produksinya relatif tinggi, selain itu induk keramik tersebut berjasa dalam membimbing industri rumah tangga hingga berkembang pesat.” Pungkasnya. (wes/dn)
