
Mokhammad Irfan Sopyan
CIANJUR-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur menyebutkan intensitas hujan di wilayahnya masih tinggi dan bakal terjadi hingga Mei mendatang. Untuk itu masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspaan akan terjadinya bencana alam.
Hal tersebut diungkapkan sekertaris BPBD Cianjur, Mokhammad Irfan Sopyan saat dihubungi melalui telpon seluler, Sabtu (29/2/2020).
“Berdasarkan kajian dan surat keterangan dari BMKG Jabar, curah hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi, dan diperkirakan hingga Mei,” katanya.
Menurutnya, seluruh wilayah Cianjur rawan terjadi bencana longsor, pergerakan tanah, banjir dan angin kencang. Oleh karena itu, BPBD telah menetapkan status siaga bencana hingga Mei 2020.
“Wilayah yang sering terjadi bencana longsor, banjir dan bergerakan tanah yaitu di wilayah Cianjur utara dan Selatan, sedangkan Cianjur kota sering terjadi Banjir dan angin kencang,” paparnya.
Ia menyebutkan, dalam satu bulan terakhir sudah tercatat ada sekitar 28 peristiwa bencana longsor, pergerakan tanah, hingga pohon tumbang disejumlah wilayah.
“Dari 28 bencana tersebut paling banyak merupakan bencana longsor dan pohon tumbang. Longsor masih sering dibeberapa wilayah seperti Cianjur selatan karena intensitas hujan yang tinggi,” ungkapnya.
Dia mengimbau masyarakat untuk selalu menungkatkan kewaspadaan, terutama diwilayah kerap sering terjadi bencana longsor, pergeseran tanah dan pohon tumbang.
“Selain mengimbau warga, BPBD juga telah mensiagakan sejumlah personil untuk siaga. Beberapa Relawan Tangguh Bencana (Retana) pun disiapkan diseluruh desa di Cianjur,” pungkasnya.(zie/zak)
