Cuaca Buruk, Nelayan Dilarang Melaut

Ilustrasi.

CIANJUR-Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Cianjur melarang para nelayan untuk melaut dikarenakan kondisi cuaca yang masih buruk yang dinilai sangat berbahaya. Sebagai bentuk penggantinya Pemerintah akan berikan program bantuan berupa bibit ikan.

Kassubag TU DKPP UPTD Pelabuha Jayanti, Duduy Supiandi mengatakan, pihaknya saat ini belum bisa memastikan sampai kapan cuaca buruk di Pantai Selatan akan selesai.

“Untuk perkiraan cuaca, kita masih nunggu hasil dari BMKG,” ujarnya, Rabu (16/9/2020).



Baca juga : DKPP Cianjur Catat Pergantian Suhur Air Akan Terjadi Pada Oktober 2020 Hingga Maret 2021

Meski begitu, Duduy mengungkapkan pihaknya tidak pernah bosan untuk selalu memberikan imbauan kepada nelayan, khususnya untuk Jayanti dan Agrabinta.

“Untuk Jayanti dan Agrabinta itu kan pantai lepas, jadi kita berikan perhatian khusus dengan mengadakan lampu rambu-rambu tanda bahaya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, larangan melaut akan dikeluarkan oleh Pemerintah terutama
ketika datang musim angin barat.

“Kita melarang nelayan untuk melaut pada saat musim Angin Barat datang, karena saat itu angin sangat kencang sehingga membahayakan nelayan,” ucapnya.

Ia juga menegaskan, kepada seluruh nelayan untuk mematuhi segala bentuk imbauan dari Pemerintah.

“Contoh kemarin kecelakaan dua orang nelayan asal Ujung Genteng-Banten di pantai Apra. Itukan menurut informasi karena mengabaikan larangan dari BMKG,” ucap Duduy.

Ia menyampaikan, Pemerintah akan memberikan program alternatif sebagai bentuk pengganti atau untuk menutupi kebutuhan selama tidak melaut.

“Kita akan berikan berupa program pendirian tambak jenis benih ikan untuk ditanam para nelayan guna menutupi kebutuhan selama tidak melaut,” tuturnya.

Untuk mendapatkan bantuan program tersebut para nelayan harus mendaftarkan diri sebagai anggota koprasi.

“Karena nantinya program tersebut akan dikelola oleh msyarakat dibawah koprasi,” pungkasnya. (wan/tif).

 

Baca juga

Leave a Comment