BNNK Ingatkan Lapas Karawang Antisipasi Modus Napi Pengendali Narkotika

KARAWANG – Badan Narkotika Nasional Kabupaten ( BNNK) Karawang ingatkan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Karawang, untuk mengawasi ketat narapidana yang disinyalir kerap menjadi pengendali peredaran narkotika.

Kepala BNNK Karawang, R. Dea Rhinofa mengatakan, langkah zero alat komunikasi dinilainya akan menghentikan pengendalian narkoba lewat Lapas Kelas II Karawang.

“Sejauh ini kita belum menemukan pengendalian narkoba di Lapas Karawang. Kalau misalnya ada kita biasanya langsung komunikasi dengan pihak Lapas,” katanya.

Selain itu, Dea juga mengingatkan Lapas Karawang, selain di dalam lapas. Pengawasan juga harus dilakukan di masyarakat sekitar Lapas.

“Jadi biasanya ada modus, mereka akan melempar (narkoba) melewati tembok penghalang lapas ke luar atau ke dalam,” katanya.

Terkait pencegahan, Kepala Lapas Kelas II A Karawang Lenggono Budi, mengaku kerap rutin melakukan razia ke setiap blok Lapas, untuk mengantisipasi adanya napi nakal.

“Kami terus meningkatkan razia dan penggeledahan kepada warga binaan, ki target kami zero alat telekomunikasi di dalam lapas, dengan menyita sejumlah barang yang memang dilarang ada berada di lapas,” kata Lenggono Budi, Kamis ( 30/9/2021).

Lenggono mengatakan sesuai instruksi Dirjen Pemasyarakatan, kegiatan razia gabungan ini akan dilakukan secara berkala minimal sebulan sekali, disamping razia dari petugas internal Lapas yang dilakukan seminggu sekali guna mewujudkan Lapas zero alat telekomunikasi.

Diketahui, Kamis 30 September 2021 malam, tim gabungan terdiri dari Petugas Lapas Karawang, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Karawang, Polres Karawang dan Kodim 0604/KRW melakukan penggeledahan di blok A yang terdiri dari 18 kamar dan dihuni sekitar 300 napi dengan kasus yang bervariasi dari pencurian, kasus pembunuhan, perampokan hingga narkotika.

Pada razia tersebut ditemukan dua telepon seluler nokia, tiga sendok besi, colokan listrik dan kartu remi.

“Kalau dilihat dengan sedikitnya temuan razia saat ini, itu karena kami melakukan razia satu minggu sekali dan kami juga perketat penjagaan di depan,” ungkap Lenggono Budi.(ans)

Baca juga

Leave a Comment