
Sejumlah peserta didik SMK Taruna Bhakti nampak tidak menggunakan masker saat menjalani KBM tatap muka
CIANJUR-Salah satu sekolah di Kabupaten Cianjur, menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka ditengah pandemik Covid-19 meski belum kantongi izin dari Pemerintah maupun KCD. Hal tersebut sangat disayangkan melihat banyak siswa saat belajar abaikan protokol kesehatan dengan tidak menggunakan masker.
Sekolah tersebut tak lain adalah SMK Taruna Bhakti yang berlokasi di Jalan Aria Wiratanudatar, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur.
Saat dikonfirmasi, Kepala Sekolah SMK Taruna Bhakti, Dadang Sunardi mengatakan, alasan KBM tatap muka digelar lantaran ada pelajaran praktik kejuruan yang memang tidak bisa dilakukan secara online, ditambah desakan dari orang tua murid agar sekolah dibuka seperti biasa.
“Kalau praktek kan gak bisa dilakukan secara online, makanya kami gelar belajar tatap muka berdasarkan izin dari orang tua murid,” ujar Dadang saat ditemui dikantornya, Sabtu (29/8/2020).
Ia mengakui para guru sampai saat ini belum menjalani swab test, dengan dalih Pemerintah Pusat tidak mewajibkan adanya swab test sebelum lakukan KBM tatap muka.
“Syarat swab kan aturan Provinsi, sedangkan pusat tidak pernah mewajibkan hal itu, hanya cukup ada izin dari orang tua. Dan kami sudah dapatkan izin orang tua tersebut,” tegasnya.
Ia menuturkan, dalam KBM tatap muka pihak sekolah selalu menekankan kepada siswa untuk selalu mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, cuci tangan dan lainnya.
Namun kenyataannya berbeda. Berdasarkan pantauan Prasastijabar, masih banyak siswa yang tidak menggunakan masker, baik saat belajar di kelas maupun praktek.
“Untuk masalah masker kita sudah imbaukan ke setiap orang tua siswa untuk selalu membekali anaknya masker. Akan tetapi mereka masih mengabaikan imbauan tersebut, kami juga sering menegur siswa yang tidak menggunakan masker,” ucap Dadang.
Sementara, Ketua KCD Wilayah IV Dinas Provinsi Jawa Barat Ester Miori mengatakan, untuk SMK memang ada pengecualian. Khusus untuk praktek memang bisa dilakukan secara tatap muka, namun denga syarat semua guru harus melakukan swab test terlebih dahulu sebelum menggekar KBM tatap muka guna memastikan tenaga pengajar bebas dari Covid-19.
“Memang untuk praktek harus dilakukan secara tatap muka, jadi pertimbangannya selama mengajar saat pandemik Covid-19, para guru harus di swab test terlebih dahulu,” pungkasnya.(wan/zak)
