Banjir Karangligar Meluas, Pemkab Minta Bantuan BBWS Tinggikan Tanggul Cibeet

KARAWANG – Memasuki hari ke-4 banjir yang menerjang wilayah Kabupaten Karawang semakin meluas. Jika sebelumnya genangan air bah hanya merendam rumah warga di Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, kini genangan juga melanda Desa Sukamakmur, Kecamatan Telukjambe Timur.

“Hujan deras yang mengguyur di wilayah Karawang, Kamis kemarin, membuat bajir di Karangligar susah surut. Bahkan malah meluas ke desa tetangga yakni Desa Sukamakmur,” Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Mahpudin, di lokasi banjir Karangligar, Jumat (5/01/2024).

Menurutnya, warga terdampak kini sudah mengungsi ke tempat yang aman. Guna keperluan makan merka pihak Dinas Sosial telah mendirikan dapur umum di kantor Desa Karangligar.

Dijelaskan, di Desa Karangligar, banjir menerjang Dusun Pangasinan RT.01, 02, 03, dan 04 RW. 01 dan Dusun Kampek RT. 05 dan 07 RW. 02. Total warga terdampak banjir mencapai 1.463 jiwa terdiri dari 503 Keluarga.

“Untuk di Desa Sukamakmur, kami masih menunggu pendataan di lapangan,” ujar Mahpudin.

Di lokasi yang sama Bupati Karawang, Aep Syaepuloh mengatakan, Pemkab Karawang telah menyiapkan langkah agar penanggulangan banjir teratasi secara tuntas. Aep mengaku sudah berkoordinasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) untuk memecahkan persoalan banjir di Karangligar.

Kepada BBWS, Aep meminta agar penanganan banjir di Karangligar harus jadi prioritas, salah satunya dengan membangun sheet pile (dinding turap baja) minimal sepanjang 6 kilometer di aliran Sungai Cibeet.

Pembangunaan Sheet pile bertujuan untuk meninggikan tanggul, agar ketika permukaan air di Cibeet naik, air tidak mengalir ke permukiman warga. Dengan demikian Desa Karangligar akan terbebas dari terjangan banjir di waktu yang akan datang.

“Namun dari BBWS menyampaikan bahwa kalau panjangnya 6 kilometer ini menjadi kewenangan Kementerian PUPR. Kami pemerintah daerah bersama BBWS akan menyampaikan hal ini ke Kementerian PUPR ini agar secepatnya ada tindakan,” kata Aep.

Aep mentargetkan peninggian tanggul Cibeet bisa direalisasi pada tahun 2025 mendatang. “Kemungkinan menggunakan anggaran tahun 2025. Kami akan mempersiapkannya. Saya bersama Bappeda, dan PUPR, juga BBWS akan duduk bersama,” katanya.

Dari pantauan PR di lokasi banjir, air bah masih menggenangi pemukiman dan areal persawahan. Air banjir diperkirakan susah surut karena di bagian hulu Cibeet intensitas hujan masih tinggi.

Selain itu, wilayah Desa Karangligar memang berada di Cekungan tanah, sehingga air yang masuk ke desa itu susah ke luar lagi ke arah sungai. “Agar air banjir lekas surut kami akan melakukan pengerukan saluran pembuangan, sebagai solusi jangka pendek,” kata Aep menutup obrolannya.(red) 

Baca juga

Leave a Comment