Warga Tiga Desa Tak Punya Jembatan untuk Sebrangi Sungai

Seorang warga harus menerjang arus untuk menyebarangi sungai

CIANJUR-Warga dari tiga desa di Kecamatan Agrabinta harus nyebur saat melintasi Sungai Gonggang. Satu-satunya jembatan bambu yang ada sudah hancur dihempas derasnya arus sungai yang meluap pada.

Kondisi tersebut sangat menghambat ativitas warga, karena dengan melintasi sungai merupakan akses terdekat bagi warga menuju pusat aktivitas. Termasuk para pelajar yang hendak pulang dan pergi sekolah. Bahkan saat hujan deras turun, kerap kali para pelajar memilih tidak masuk sekolah karena bahaya jika harus melintasi sungai saat air meluap.

“Ketika musim hujan seperti saat ini, warga dan para siswa biasanya tidak berani untuk melintasi sungai itu, karena takut terbawa arus sungai,” kata Rahmat Efendi (42), Tokoh Masyarakat Agrabinta, Rabu (15/1/2020).

Baca Juga: Dinas Binamarga Jabar Punya ‘PR’ 18Km Perbaikan Jalan Cianjur-Ciwidey

Ia mengungkapkan, sebelumnya terdapat jembatan yang terbuat dari bambu sepanjang 14 meter dengan lebar 4 meter yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melintasi sungai.

“Akibatnya meluapnya sungai, kini tidak ada yang tersisa dari jembatan itu. Jalur utama warga dari tiga desa, yaitu Neglasari, Bunisaei dan Mulyasari pun kini hilang,” katanya.

Ia menuturkan, kondisi tersebut pernah mendapatkan perhatian dari pemerintah kabupaten beberapa waktu lalu. Namun, perhatian tersebut hanya dengan melihat tanpa ada realisasi pembangunan jembatan permanen.

“Sudah beberapa kali mantan Bupati Cianjur, bersama orang dinas datang ke lokasi. Namun hingga saat ini harapan untuk memiliki jembatan permanen belum terwujud,” katanya.

Baca Juga: Jelang Pilkada Serentak, Emil Ajak Masyarakat Lawan Hoaks

Sementara itu, Kepala Desa Neglasari Nasihin mengaku telah mebuat laporan terkait putusnya jembatan yang sering digunakan masyarakat tersebut.

“Dari awal putusnya jembatan Sungai Gonggang, kami membuat laporan melalui kecamatan ke dinas terkait di Pemkab Cianjur untuk segera ditanggapi,” paparnya.

Dia menambahkan, hingga saat ini ribuan warga masih terisolir akibat putusnya jembatan tersebut. Kini warga berharap Pemkab segera dapat melakukan pembangunan jembatan.

“Kami sangat berharap segera dibangunakan kembali jembatan itu karena merupakan akses satu-satunya warga dalam melakukan akitifitas sehari-harinya,” pungkasnya.(zie/zak)

Baca juga