
Kondisi Mila Idap Kista.
CIANJUR-Nur Mila Erianti (16), atlet pencak silat yang tinggal di Kampung Baros Kulon, Desa Sukataris, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, terpaksa harus terbaring lemah di atas kasur, akibat penyakit yang menggerogoti tubuhnya.
Penyakit yang kini menggerogoti Mila itu kali pertama diketahui menghinggapi tubuhnya saat gadis remaja itu usai menampilkan keahliannya dalam seni pencak silat di depan Presiden Joko Widodo pada saat peresmian Alun-Alun Cianjur, beberapa waktu lalu.
Mila yang sejak SD sudah menekuni seni pencak silat itu sempat jatuh pingsan usai tampil di depan Jokowi. Sejak itu, dirinya di vonis mengidap penyakit kista ovarium oleh dokter sejak tujuh bulan lalu.
Kini, Mila lebih banyak menghabiskan waktunya di atas kasur karena perutnya terus membengkak, sehingga pergerakannya pun terbatas.
Baca juga : Ridwan Kamil Resmi Buka Milenial Camp 2019
Tampil di Depan Presiden Jokowi
Ayah Mila, Supriyatna (34), menjelaskan, putrinya mulai merasakan adanya benjolan di sekitar dada sejak beberapa bulan lalu. Mila kemudian mulai sering tidak enak badan, tetapi gadis itu seringkali memaksakan diri untuk tetap beraktivitas.
”Bahkan, Mila sempat tampil di acara peresmian Alun-alun Cianjur Februari lalu. Dia tampil di depan Jokowi dan Ridwan Kamil,” katanya.
Melihat kondisi tersebut, kedua orang tuanya melakukan segala cara untuk menyembuhkan putri sulungnya itu. Mulai dari berobat ke rumah sakit setempat, dirujuk ke RS Hasan Sadikin Bandung, bahkan hingga mencoba pengobatan alternatif.
Akan tetapi, belum ada hasil yang didapatkan dari semua usaha berobat itu. Sampai saat ini, Mila masih terus pulang pergi untuk kontrol ke RSHS Bandung. Kedua orangtuanya mengharapkan, putri mereka bisa segera menjalani operasi meskipun sampai sekarang Mila tak kunjung mendapatkan jadwal.
”Mila seharusnya dioperasi, tapi kata dokter di Bandung belum bisa. Karena cairan dari perutnya terdorong ke paru-paru, akhirnya dia diberikan obat tuberklosis (TBC). Tapi, saat ini kami berhenti memberikan obatnya ke Mila soalnya karena obat keras jadi reaksinya juga langsung terasa sama dia,” ujar Supriyatna.
Sebanyak enam tablet obat harus diminum Mila untuk mengobati paru-parunya. Namun, orangtua Mila berhenti memberikan obat tersebut setelah putrinya justru merasa semakin sesak nafas dan tidak bernafsu makan.
Padahal, dokter di Cianjur menyatakan Mila tidak menderita TBC dan tidak perlu mengonsumsi obat tersebut. Kondisi Mila yang terus memburuk, membuat keluarga semakin khawatir.
Baca juga : Tawuran, Siswa SMK AMS Alami Luka Bacok
Operasi Butuh Dana Rp50 Juta
Hingga saat ini, pengobatan yang bisa ditempuh hanya sekadar datang untuk kontrol ke RSHS mengandalkan BPJS kesehatan. Biaya operasi yang ditaksir mencapai Rp 50 juta pun akhirnya menjadi beban tersendiri bagi keluarga Mila.
Sebenarnya, sudah cukup banyak donasi yang didapatkan dari penggalangan beberapa pihak. Hanya saja, bantuan seringkali terpaksa digunakan untuk kebutuhan Mila yang lain sehingga biaya operasi tak kunjung terkumpul.
”Sekarang Alhamdulillah, kakak kelas Mila berinisiatif untuk membantu dengan merekomendasikan anak saya ke rumah singgah di Bandung. Mereka berkenan membantu mengurus pengobatan Mila,” ucapnya.
Kini, Mila dan kedua orangtuanya sangat berharap pemerintah ataupun pihak lainnya bersedia memberikan bantuan pengobatan. Hingga kini operasi menjadi penanganan medis yang dinilai perlu dilakukan agar kista di tubuh Mila dapat diangkat. (zie/tif).
