Tetapkan Status Musim Hujan, BPBD Cianjur Tunggu Surat Dari BMKG

Warga melintasi jalan lama penghubung Kecamatan Eromoko dengan Baturetno di area Waduk Gajah Mungkur yang mengalami penyusutan debit air akibat kemarau di Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (4/9). Menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, sebanyak 31 desa di tujuh kecamatan di Kabupaten Wonogiri dilanda kekeringan sejak April lalu dan diprediksi akan berlangsung hingga November mendatang. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/wsj/18.

CIANJUR-Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, masih menunggu surat resmi dari BMKG terkait waktu memasuki musim penghujan atau status siaga baru.

Sekretaris BPBD Kabupaten Cianjur, Sugeng Supriyatno, mengatakan, pihaknya akan menerjunkan tim dan mengoptimnalkan peran relawan untuk memantau setiap titik rawan bencana.

“Jika muncul tanda-tanda akan terjadinya bencana, petugas akan langsung memperingatkan warga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata dia melalui telepon selular, Sabtu (12/10/2019).

Baca juga : Korban Longsor Cianjur Dapat Bantuan Logistik Dari Pemkab

Ia mengatakan, meski mulai terjadi hujan deras disertai bencana alam, pihaknya belum bisa memastikan jika saat ini sudah mulai masuk peralihan musim atau sudah musim hujan.

“Bahkan status siaga bencana kekeringan pun masih berlaku hingga akhir Oktober 2019 nanti, dan memang ada sejumlah wilayah yang masih meminta bantuan air bersih,” ucapnya.

Ia menjelaskan, meski sejumlah wilayah sudah diguyur hujan namun belum merata, ditambah dari BMKG belum mengeluarkan surat resmi kapan masuk musim hujan atau rekomendasi status siaga yang baru.

Baca juga : Pelaku Cabul Anak di Bawah Umur Berhasil Diringkus Polres Cianjur

Ia menambahkan, di masa peralihan musim, BPBD Cianjur telah mencatat adanya sebanyak sembilan peristiwa bencana alam dibeberapa wilayah Cianjur.

“Bencana tersebut mulai dari kebakaran hutan, banjir, longsor dan pergerakan tanah, hingga saat ini juga sudah ada dua orang yang meinggal dunia karena bencana, oleh karena kami akan terus siaga dan waspada,” pungkasnya. (zie/tif).

Baca juga