
Postingan berujung pemecatan.
NASIONAL– Komandan Distrik Militer 1417 Kendari Kolonel Kaveleri, Hendi Suhendi, resmi dicopot dari jabatannya. Pencopotan dirinya dipicu gara-gara istirnya memposting bernada nyinyiran atas peristiwa penususukan Wiranto di media sosial.
Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.
Selain dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dari jabatan Kodim 1417 Kendari juga Hendi Suhendi diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari.
Baca juga : Berkunjung Ke Banten, Menkopolhukam Ditusuk Oleh Seorang Tak Dikenal
Hendi Suhendi mengaku ikhlas menerima keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI, Andika Perkasa, yang memberhentikan dirinya dari jabatan Dandim 1417 Kendari.
“Saya prajurit yang setia dan hormat keputusan pimpinan. Saya dan keluarga ikhlas menerima keputusan komandan,” ucapnya. (red).
