Modus Pengiriman Narkoba ke Dalam Lapas Beragam, Diselundupkan Melalui Kemaluan hingga Masakan

KARAWANG – Mudos penyelundupan Narkoba ke dalam Lembaga Pemasyarakatan semakin beragam. Berdasarkan kasus yang terungkap, percobaan penyelundupan Narkoba dilakukan dengan cara diselipkan dalam kemaluan, masakan, hingga sandal pengunjung.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Lapas Kelas IIA Karawang, Cristo Victor Nixon Toar, saat berkunjung ke Sekretariat PWI Karawang, Selasa (1/6/2025). “Biasanya percobaan penyelundupan Narkoba dilakukan oleh keluarga warga binaan. Mereka pura-pura akan mengunjungi kerabatnya di dalam, tapi sambil bawa Narkoba,” ujar Cristo.

Baru-baru ini, lanjut dia, pihaknya berhasil menggagalkan penyelundupan Narkoba yang disembunyikan pada gulai ayam. Barang tersebut dibawa salah seorang pengunjung inisial IM, ketika akan melakukan kunjungan tatap muka pada Sabtu, (28/6) sekira pukul 10.40 WIB.

Barang itu akan diberikan kepada warga ninaan ber nisial MRA. Namun upaya tersebut berhasil digagalkan oleh petugas penggeledahan barang, Agus.

Saat dimintai keterangan, IM yang berkunjung bersama kedua anaknya mengatakan, barang itu adalah titipan dari DAS yang merupakan istri dari warga binaan inisial ANH.

Temuan itu, lanjut Cristo, langsung dilaporkan ke Satuan Narkoba Polres Karawang untuk ditindak lanjuti. Dari hasil pemeriksaan polisi, ditemukan enam bungkusan hitam memanjang yang dibalut daging ayam

Tiga di antaranya, berisikan serbuk berbentuk kristal warna putih, satu bungkusan berisi 5 plastik bening yang masing-masing berisi 2 butir diduga pil ekstasi, satu bungkusan berisi 1 plastik kristal putih dan 2 plastik diduga serbuk ekstasi, serta satu bungkusan berisi 8 butir diduga pil ekstasi.

“Total barang bukti yang diamankan adalah 4 plastik serbuk berbentuk kristal berwarna putih, 2 plastik diduga serbuk ekstasi dan 18 butir diduga pil ekstasi,” katanya.

Cristo menjelaskan juga, upaya penyelundupan Narkoba ke Lembaga yang dipimpinnya sudah kerap terjadi. Sebelumnya petugas pernah menggagalkaan penyelundupan sabu yang disembunyikan salam HP dan HP itu ditempelkan pada paha pengunjung.

Ada juga percobaan penyelundupan barang yang dimasukan ke dalam kemaluan wanita. Namun barang yang digagalkan bukan Narkoba tetapi hanya puluhan barang rokok yang dikemas dalam plastik.

“Kami menduga upaya itu merupakan uji coba untuk menyelundupkan Narkoba ke dalam Lapas. Si pelaku mencoba dengan dua bungkus rokok yang diselipkan di dalam kemaluan,” katanya.

Selain itu, sambungnya, ada juga pengunjung yang menyembunyikan Narkoba di lipatan sandal. Saat dia sudah berada di dalam Lapas sandal itu ditukar dengan sandal milik warga binaan yang dikunjunginya.

Masih menurut Cristo, penggagalan penyelundupan barang terlarang itu adalah bentuk kejelian dan ketelitian petugas dalam memeriksa seluruh barang bawaan yang dibawa masuk pengunjung ke dalam Lapas.

“Berkali-kali saya terus mengingatkan kepada seluruh jajaran untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh baik terhadap orang maupun barang bawaannya. Hal itu dilakukan untuk mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lapas,” ujarnya.

Cristo mengakui upaya pelaku dalam menyelundupkan Narkoba ke dalam Lapas selalu setingkat lebih maju dari kemampuan petugas. Namun, pihaknya tak akan kalah oleh upaya pelaku.

Disebutkan, Lapas Karawang terus memperkuat sistem deteksi dini, menerapkan pengawasan dan pemeriksaan berlapis, serta menjalin sinergi dengan Aparat Penegak Hukum terkait. Hal itu selaras dengan 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Agus Andrianto tentang pemberantasan peredaran Narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan.(red) 

Baca juga