KARAWANG – Memasuki H-6 Lebaran 1446 Hijriah, arus kendaraan pemudik yang melintasi wilayah Kabupaten Karawang masih relatif sepi. Kondisi itu terlihat dari volume kendaraan di jalan arteri dan tol yang belum mengalami peningkatan signifikan.
Hal tersebut jauh berbeda dengan kondisi tahun sebelumnya. Pada H-5 Lebaran tahun 2024 lalu jalan arteri Karawang sudah dipadati pemudik bermotor. Demikian pula, jalan tol Jakarta-Cikampek sudah ramai oleh mobil para pemudik yang masuk dari Jakarta dan Bekasi.
Kepala Kepolisian Resor Karawang, Ajun Komisaris Besar Edwar Zulkarnain menyebutkan, arus kendaraan pemudik pada H-6 tahun ini cenderung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Arus kendaraan masih pandai, belum ada lonjakan. Berbeda dari tahun sebelumnya, biasanya H-7 H-8 sudah terjadi peningkatan,” ujar Edwar.
Dia memprediksi puncak arus mudik akan terjadi 27 Maret 2025. Untuk mengantisipasi lonjakan yang mendadak, pihaknya sudah mengerahkan pasukan dan rekayasa lalu-lintas.
“Sebanyak 761 personel Polres Karawang, ditambah 50 personel dari Polda Jabar dan Mabes Polri dikerahkan untuk mengamankan kelancaran arus mudik,” kata Edwar lebih lanjut.
Mereka, lanjutnya, disiagakan di 35 pos terpadu dan pelayanan pengamanan yang terfokus di rest area KM 57. “Untuk rekayasa lalin kami menunggu dari Korlantas Mabes Polri. Sebab, pihak Korlantas yang bakal memberikan komando kepada kita, kapan contra flow kapan one way,” ucap Edwar.
Berkaca dari insiden kecelakaan di KM 57 tahun lalu, sambung dia, pihaknya sudah melakukan mitigasi, menyisir kendaraan-kendaraan yang disinyalir travel gelap dengan muatan penumpang over kapasitas.
“Sudah mulai (penyisiran). Cuman kita nanti ada sambungan dari Jakarta, Bekasi, semua lewat. Nanti yang masuk semua ke rest area akan kita saring di situ,” katanya.(red)
