KARAWANG– Baru tiga hari menjalani ibadah puasa, ratusan warga Dusun Pangasinan, Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, harus mengalami penderitaan akibat bencana banjir. Rumah mereka kembali diterjang air bah yang berasal dari luapan Sungai Cibeet sejak Kamis sore (14/3/2024) hingga Jumat (15/3/2024).
“Sebelumnya wilayah Karawang dan sekitarnya memang hujan turun sangat deras. Tak lama berselang dusun kami kembali kedatangan ‘tamu tak diundang,” ujar salah seorang warga Pangasinan, Asep Saefulloh, Jumat (15/3/2024).
Menurutnya, bencana banjir sudah biasa dirasakan oleh warga Karangligar, khususnya Dusun Pangasinan dan Dusun Kampek. Namun banjir yang terjadi saat ini membuat warga sedih karena datangnya ketika warga sedang menjalankan ibadah puasa.
Dijelaskan Asep, air bah mengalir ke desanya ketika warga akan berbuka puasa. Tak pelak warga yang biasanya menikmati buka puasa bersama keluarga, harus kalang kabut menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.
Ritual buka puasa pun dilakukan alakadarnya. Mereka makan dan minum sambil sibuk membenahi barang yang akan dibawa mengungsi. “Saat sahur pun kami hanya makan seadanya di tempat pengungsian,” kata Asep.
Sementara itu, seorang petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karawang, Kaming menyebutkan, sedikitnya ada 938 jiwa dari 319 kepala keluarga yang terdampak banjir. Rumah mereka terendam air bah dengan ketinggian dengan ketinggian antara 50 Cm hingga 150 Cm.
“Ratusan warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman setelah air terus meninggimeninggi,” kata Kaming.
Disebutkan, debit air terus meninnggi setelah hujan turun sejak pagi hingga malam selama dua hari terakhir ini. Banjir yang menerjang Desa Karangligar berasal dari luapan Cibeet dan Citarum yang volumenya naik secara bersamaan.
“Kami sudah siaga di Desa Karangligar dari Kamis malam hingga saat ini. Warga yang masih bertahan di rumahnya kami evakuasi karena permukaan air terus naik,” katanya.
Namun demikian, lanjut Kaming, hingga sekarang masih ada warga yang masih bertahan di rumahnya masing-masing. Padahal, belum ada tanda-tanda banjir bakal segera surut.
“Masih ada warga yang menolak mengungsi dengan alasan menjaga barang-barang di rumah,” katanya.
Disebutkan juga, warga diungsikan ke kantor desa dan sekolah PAUD. Dua lokasi itu dianggap aman dari terjangan air bah.
“Saat ini di dua lokasi itu masih cukup menampung pengungsi. Namun kalau warga yang mengungsi bertambah banyak, kami disiapkan lokasi lain,” katanya.
Masih menurut Kaming, saat ini ada 5 RT dari 2 RW yang kebanjiran, yaitu RT 01,02 03 di RW 001 dan RT 05,07 di RW 002. Jumlah warga yang terdampak dari 5 RT mencapai 938 jiwa dari 319 KK. Rumah warga yang tergenang air mencapai 235 rumah.(red)
