Inilah Daftar dan Profil Gubernur Jawa Barat

Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di pulau jawa bagian barat, ibu kotanya berada di kota Bandung. Sebelum menjadi bagian dari Indonesia, Jawa Barat memiliki sejarah panjang di masa kerajaan dulu.

Jawa Barat mulai dibentuk pada tahun 1925 pada masa Pemerintahan Hindia Belanda dan mulai saat itu, Jawa Barat resmi sebagai pengertian administratif.

Jawa Barat mulai bergabung menjadi bagian dari Republik Indonesia sejak 17 Agustus 1945. Hasil dari kesepakatan tiga pihak dalam Konferensi Meja Bundar pada 27 Desember 1949, Jawa Barat masih merupakan negara bagian dari Republik Indonesia yang bernama Negara Pasundan. Hingga akhirnya pada tahun 1950, Jawa Barat kembali bergabung dengan Republik Indonesia.

Sejak 1945 hingga saat ini, Jawa Barat memiliki daftar Gubernur yang pernah menjabat di wilayah Jawa Barat yang berasal dari berbagai profesi.

Berikut daftar nama-nama beserta profil singkat Gubernur yang pernah menjabat di Jawa Barat.

1. Mas Sutardjo Kertohadikusumo

Masa Jabatan, 18 Agustus 1945 – Desember 1945.

Mas Sutardjo Kertohadikusumo lahir pada 22 Oktober 1890 di Desa Kunduran, sebuah desa yang berada di Blora.

Ayahnya bernama Mas Kertoredjo merupakan keturunan dari keluarga pemerintahan dari Madura. Sedangkan ibunya bernama Mas Ayu Kartoredjo yang merupakan keturunan keluarga pemerintahan dari Banten.

2. Mohammad Djamin

Masa Jabatan, Desember 1945 – Juni 1946

Gubernur kedua Jawa Barat ini lahir pada tahun 1903 di Sulit Air, wilayah yang berada di Sumatra Westkust, Hindia Belanda.

Ayahnya bernama Datuk Malin Maharaja, merupakan penghulu kepala sulit Air, dan cucu kandung dari Datuk Radjo Mansoer.

Djamin merupakan seorang pengacara dan politisi lulusan sekolah hukum di negeri Belanda dengan titel Meester in de Rechten. Merupakan sebuah gelar yang diperoleh seseorang setelah menyelesaikan studi dalam ilmu hukum pada sebuah universitas yang mengikuti sistem yang berlaku di Belanda dan Belgia.

3. Murdjani

Masa Jabatan, Juni 1946 – 1 April 1947

dr. Murdjani ini lahir pada 17 Juli 1905 di Tulungagung, Hindia Belanda. Selesai masa jabatannya sebagai gubernur Jawa Barat, Murdjani kemudian menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur kemudian setelahnya kembali menjabat sebagai Gubernur Kalimantan.

4. Raden Mas Sewaka

Masa Jabatan, 1 April 1947 – 28 Juni 1951

Raden Mas Sewaka atau juga dikenal Raden Tumenggung Aria, merupakan pria kelahiran Cirebon, Jawa Barat tahun 1895.

Semasa hidupnya, belai menghabiskan masa karirnya dalam bidang pemerintahan di Jawa Barat. Semula karir Raden Mas Sewaka dimulai dari pegawai magang juru tulis wedana Losari, Mantri Polisi Weru, dan camat Jatiwangi.

Sebelum menjabat sebagai gubernur, ia diperbantukan kepada Gubernur Jawa Barat saat itu yang masih dipimpin oleh Dr. Murjani di Tasikmalaya, Jawa Barat.

5. Sanusi Hardjadinata

Masa Jabatan, 28 Juni 1951 – 9 April 1957

Sanusi Hardjadinata merupakan kelahiran Garut, Jawa Barat, Hindia Belanda pada 24 Juni 1914.

Menurut informasi yang dilansir melalui situs jabarprov.go.id, sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia memulai karir politiknya sebagai Ketua PNI Cabang Garut pada tahun 1947, Wakil Residen Priangan pada tahun 1947-1948 dan Residen Madiun 1948-1949, dan kemudian menjadi Residen Priangan pada tahun 1950-1951.

Setelah menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, karirnya berlanjut sebagai Menteri dalam Negeri pada Kabinet Karya (1957-1959), kemudian menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada Kabinet Amper II (1967-1968).

6. Ipik Gandamana dan Oja Somantri

a. Ipik Gandamana

Masa Jabatan, 1 Juli 1956 – 1 Februari 1960

Ipik Gandamana merupakan kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, 20 November 1906, yang kemudian dibesarkan di Banten.

Pada zaman pendudukan jepang, perjalanan karirnya berawal sebagai CA (Candidate Ambtenar) dan ditempatkan di Bogor selama dua tahun.

b. Oja Somantri

Masa Jabatan, Januari 1958-6 Februari 1960

Oja Somantri merupakan pria kelahiran Purwakarta, Jawa Barat, Hindia Belanda, 12 Januari 1914. Ia memiliki profesi sebagai seorang politikus dan juga sebagai seorang guru.

Oja Somantri merupakan salah satu pendiri perguruan tinggi Islam di Bandung, yang kini dikenal sebagai Universitas Islam Bandung.

7. Mashudi

Masa Jabatan 6 Februari 1960 – 14 Februari 1970

Mashudi merupakan kelahiran Bandung, Jawa Barat, Hindia Belanda, 11 September 1921.

Pada masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat, terjadi peristiwa 30 September yang membuat rekan-rekannya di AMS B Yogyakarta, Siswondo Parman dan R Suprapto menjadi korban di Lubang Buaya.

Selain menjadi Gubernur, Mashudi juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing Pramuka Jawa Barat sejak tahun 1961. Kemudian pada tahun 1974, Mashudi menjabat sebagai Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka.

Namun sangat disayangkan, dimasa-masa senja nya, tepatnya pada tahun 2004, Mashudi dikabarkan mengadu ke LBH Jakarta sebagai akibat rumahnya di Jalan Gatot Subroto Jakarta yang mengalami penggusuran.

8. Solihin Gautama Purwanegara

Masa Jabatan, 14 Februari 1970 – 14 Februari 1975

Gubernur ke 8 Jawa Barat ini lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, Hindia Belanda, 21 Juli 1926.

Solihin dikenal sebagai tokoh yang lahir dalam keluarga bangsawan yang merakyat. Dalam masa jabatannya sebagai Gubernur Jawa Barat, beliu memiliki perhatian yang besar untuk mengatasi rawan pangan di wilayah Indramayu dengan cara memasyaraktkan padi gogo rancah.

Karir militernya saat itu berawal ketika pecah revolusi, menjabat sebagai komandan TKR Bogor, yang kemudian bergabung ke Divisi Siliwangi.

9. Aang Kunaefi

Masa Jabatan, 14 Februari 1975 – 22 Mei 1985

Aang Kunaefi lahir di Bandung, Jawa Barat, Hindia Belanda, 15 Desember 1922.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, karirnya berawal di militer sebagai Komandan Kodim Kota Cirebon, Panglima Kodam I Iskandar Muda, dan Panglima Kodam III Siliwangi.

Setelah selesai masa Jabatan sebagai Gubernur Jawa Barat, Aang menjabat sebagai Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi (1986-1989).

10. Yogie Suardi Memet

Masa Jabatan, 22 Mei 1985 – 17 Maret 1993

Letnan Jenderal TNI (Purn.) Raden Mohammad Yogie Suardi Memet lahir di Cirebon, Jawa Barat, Hindia Belanda, 16 Mei 1929.

Yogie Suardi Memet merupakan seorang tokoh militer dan politik Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).

Semasa karirnya, ia pernah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya adalah, Satya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II, bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Satya Lencana Gerakan Operasi Militer I sampai VI, Satya Lencana PBB Garudan VI.

11. Nana Nuriana

Masa Jabatan 13 Juni 1993 – 13 Juni 2003

Lahir di Bandung, Jawa Barat, Hindia Belanda, 17 April 1938. Sama seperti Gubernur sebelumnya, Nana Nuriana merupakan seorang purnawirawan tentara yang memiliki pangkat terakhir sebagai Mayjen TNI.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia menjabat sebagai pangdam II/Siliwangi dari tahun 1991 sampai 1993.

12. Danny Setiawan

Masa Jabatan, 13 Juni 2003 – 13 Juni 2008

Lahir di Waru, Sidoarjo, Jawa Timur, Indonesia, 28 Agustus 1945.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia sempat menjabat sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat.

13. Ahmmad Heryawan

Masa Jabatan, 13 Juni 2008 – 13 Juni 2018

Lahir di Sukabumi, Jawa Barat, Indonesia, 19 Juni 1966.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia sempat menjabagat sebagai Ketua Fraksi PK DPRD DKI 1999-2004, kemudian sebagai Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2004-2009.

Ahmad Heryawan merupakan Gubernur Jawa Barat yang berhasil memenangi pemilihan Gubernur Jawa Barat selama dua periode.

14. Ridwan Kamil

Masa Jabatan, 5 September 20018 – sekarang (2021)

Pria yang lebih akrab dipanggil Kang Emil ini, lahir di Bandung Jawa Barat, Indonesia, 4 Oktober 1971. Ia merupakan seorang arsitek dan juga seorang politikus.

Pada Pemilihan Umum Gubernur Jawa Barat 2018, Ridwan Kamil diusung sebagai calon guberur, berpasangan dengan Uu Ruzhanul Ulum oleh PPP, PKB, Partai Nasdem dan Partai Hanura.

Sebelum menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil sempat menjabat sebagai Wali Kota Bandung periode 2013-2018 yang berpasangan dengan Oded Muhammad Danial.

 

Sumber:

  • jabarprov.go.id / Arsip Jawa Barat
  • wikipedia.org
  • westjavainc.org
  • hukumonline.com

 

 

Baca juga