Ditanya Soal WNA Asal Banglades Palsukan Data Kependudukan, Disdukcapil Ngaku Kecolongan

WNA Asal Banglades saat digiring ke Kantor Imigrasi karena palsukan data kependudukan

CIANJUR-Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, akui bahwa telah ‘kecolongan’ terkait pembuatan KTP dan Kartu Keluarga (KK) WNA asal Bangladesh.

Sekretaris Disdukcapil Caianjur, Popon Ajizah mengatakan, bahwa pihaknya tidak mengetahui jika WNA asal Bangladesh tersebut sebelumnya belum pernah melakukan pengajuan untuk menjadi WNA.

Popon mengungkapkan, saat ini pihaknya akan melakukan evaluasi dan memverifikasi kembali database di Disdukcapil Cianjur setelah adanya kasus WNA ilegal yang mempunyai Adminduk di Cianjur.

“Saya tidak tahu bahwa WNA tersebut sebelumnya belum melakukan pengajuan untuk menjadi WNI. Kalau dilihat dari database kami, memang data WNA yang melakukan pengajuan sudah benar,” katanya, Sabtu (26/9/2020).

Ia berjanji akan menelusuri database yang ada di Disdukcapil yang dimana sebelum dia bertugas di Disdukcapil.

“Kami akan mengecek lagi data-data pengajuan Adminduk dari WNA yang sudah ada sebelumnya, agar tidak terjadi lagi kejadian serupa,” ucap Popon.

Seperti diketahui sebelumnya, Kaesar WNA asal Bangladesh ditangkap oleh Kantor Imigrasi Non TPI Sukabumi pada 20 September lalu akibat telah melakukan pemalsuan data Adimistrasi Kependudukan.(wan/zak)

Baca juga