
Salah satu hotel di Cianjur
CIANJUR-Jumlah pengunjung di sektor Perhotelan dan Restoran di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengalami penurunan yang signifikan akibat adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta.
Ketua Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia ( PHRI ) Kabupaten Cianjur, Nano Indrapraja mengatakan, jumlah pengunjung saat ini mengalami penurunan sebanyak 50 persen baik dari Perhotelan maupun Restoran.
“Semenjak diberlakukannya PSBB Jakarta, untuk hari biasa saja para pengunjung tidak lebih dari 20 persen dari biasanya,” ucap Nano, Kamis (24/9/2020).
Padahal menurutnya, dari sebelum PSBB dilakukan tingkat pengunjung Hotel dan Restoran belum pulih seutuhnya atau masih tahap recoveri.
“Dengan saat ini diberlakaukannya PSBB kembali saya khawatir sektor wisata di Cianjur menjadi lumpuh total,” ungkapnya.
Nano menjelaskan, untuk Cianjur sendiri saat ini tidak pernah menutup diri untuk para pengunjung yang ingin berwisata ke Cianjur.
“Tidak seperti yang tersebar di media bahwa Cianjur melakukan penutupan total, itu tidak benar. Katena Cianjur bukan zona merah. Oleh karenanya kami sangat membuka diri sekali kepada pengunjung dengan catatan selalu mengedapankan protokol kesehatan,” bebernya.
Dia menegaskan bahwa PHRI menolak adanya pembelokan kembali pengunjung dari luar kota yang hendak ke Cianjur.
“Karena Cianjur bukan zona merah, jadi kita cukup waspada saja. Kita juga tidak mewajibkan pengunjung untuk membawa surat keterangan izin perjalanan bebas Covid-19. Kita hanya cukup melakukan pengecekan suhu tubuh, masker dan handsenitizer,” pungkasnya.(wan/zak)
