Frustasi Akibat Hutang, Korban Penipuan Investasi Bodong Nekat Coba Bunuh Diri

Ilustrasi

CIANJUR-Salah satu reseler asal Kabupaten Cianjur yang menjadi korban investasi bodong paket lebaran, hampir bunuh diri karena frustasi akibat hutang yang melilitnya. Korban tersebut adalah R (30) warga asal Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku.

A (40) suami dari R mengatakan, saat R hendak ingin mengakhiri hidupnya, ia yang merupakan suaminya langsung memergoki hal tersebut.

“Saat istri saya mau bunuh diri, untungnya saya keburu datang dan saya langsung menyelamatkannya,” ujar A, Senin (31/8/2020).

Sementara, saat ditanya kepada R, ia mengungkapkan, alasan dia melakukan hal tersebut karena sudah tidak tahan lantaran rumahnya sering sekali didatangi orang yang hendak menagih hutang.

Ia juga mengatakan, saat ini dirinya merasa prustasi karena merasa bingung mencari uang untuk mrngganti kerugian para peserta.

“Saya bingung karena saya dapat uang dari mana untuk bisa mengganti kerugian peserta yang mencapai Rp57 juta,” ungkapnya.

“Saya juga sampai bertengkar dengan saudara-saudara saya akibat masalah ini,” tutrurnya.

Ia menjelaskan, bahwa AH yang merupakan big boss dari kasus penipuan investasi bodong sudah berjanji akan mengganti rugi uang miliknya sebesar Rp57 juta pada 1 September besok.

“Bos sudah janjikan kalau dia akan ganti uang saya tanggal 1 September. Kalau tidak maka bos akan ganti 2 kali lipat,” kata dia.

Ia mengaku, saat ini rumah miliknya sudah nunggak beberapa bulan.

“Saya juga sudah menggadaikan mobil milik suami saya untuk menutupi cicilan rumah, namun tidak cukup,” ungkap dia.

Sebelumnya, investasi bodong paket lebaran tersebut mengimingi perjalanan umroh, pembelian motor, daging, elektronik dan sebagainya.

“Saya punya anggota sebanyak 20 orang. Rata-rata mereka mengambil paket perjalan haji yang harganya Rp7 juta rupiah, dan membeli motor NMAX dengan harga Rp8 juta dengan storan Rp15 ribu per minggu kepada AH (Big Boss),” pungkasnya.(wan/zak)

Baca juga