
Situasi Proses Pengolahan Gula Semut
CIANJUR-Produksi gula semut di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, alami penurunan akibat musim kemarau yang terjadi hampir empat bulan terakhir, sehingga membuat debit air lahang yang dihasilkan pohon kelapa sedikit.
Ridwan (43) seorang petani gula semut, mengatakan, menurunnya produksi lahang sudah terjadi sejak dua bulan yang lalu.
Menurutnya, dari 25 pohon kelapa, dirinya hanya mampu mendapatkan delapan kilogram gula semut dalam satu hari.
“Kalau dulu sebelum musim kemarau dari 25 pohon itu saya mampu mendapatkan 18 sampai 23 kilo gula kelapa dalam satu hari,” ujarnya, Minggu (30/8/2020).
Ia mengaku, meski menurunnya produksi gula tersebut tidak membuat harga gula menjadi naik.
“Harga gula sekarang per kilonya dari bandar Rp12.000 per kilo,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, jika sebelumnya dalam satu minggu ia mampu mendapatkan Rp1.932.000 namun kini sangat menurun.
“Sekarang ini dalam satu minggu saya hanya mendapatkan Rp672.000, belum ditambah beli kebutuhan bahan-bahan, paling sisanya Rp272.000,” pungkasnya. (wan/tif).
