
ilustrasi
PURWAKARTA-Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Komunitas Peduli Purwakarta (KPP) mengkritik kinerja Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta. Menurut mereka, hasil dari kinerja para legislator sampai hari ini masih belum terlihat.
Ketua DPD PSI Kabupaten Purwakarta, Agus Sanusi mengatakan, terkait kinerja DPRD Purwakarta sampai hari ini publik sebenarnya tidak tahu apa saja yang mereka kerjakan. Bahkan saat ini anggota DPRD terkesan sebagai boneka pemerintah.
Baca Juga: Polres Purwakarta Gerebek Penjual Miras Berkedok Pedagang Sendal
“Hubungan kerja pemerintah daerah dan DPRD sesuai amanat UU nomor 23 tahun 2014 adalah sebagai mitra sejajar. Artinya, DPRD harus punya posisi tawar yang cukup dihadapan pemerintah daerah, bukan justru jadi boneka pemerintah daerah,” cetusnya, Senin (20/1/2020).
Bahkan menurutnya, saat ini partai-partai politik pun terutama yang memikili kursi di DPRD seperti tidak ada yang secara tegas menempatkan dirinya sebagai oposisi.
“DPRD Purwakarta itu lebih mirip wakil pemerintah daerah daripada wakil rakyat. Semua cari aman. Bicara korupsi ketidakseimbangan posisi ini tentu saja rentan korupsi dan kongkalikong. Ujung-ujungnya, rakyat akan sangat dirugikan,” tegasnya.
Baca Juga: Terlilit Hutang, Tukang Cilok di Purwakarta Gantung Diri
Senada, Sekretaris KPP, Hikmat Ibnu Ariel mengatakan, saat ini kebanyakan warga Purwakarta dianggap masih belum dapat merasakan hasil kerja anggota dewan yang mewakilinya, seperti merealisasikan janji-janji yang mereka tebar saat masa kampanye Pileg 2019 lalu.
“Selama ini, nampaknya mereka masih sibuk dengan banyaknya kunjungan kerja. Hasilnya? Masih diragukan.” ujar Ariel.
Sebagai upaya transparansi ke publik, tambah Ariel, hendaknya setelah melakukan kunjungan kerja (kunker) segera dilakukan publikasi, sehingga masyarakat bisa mengetahui hasil atau manfaat dari kunker yang dilakukan.
“Hasil kunker juga harus dapat diimplementasikan dalam program yang dibutuhkan rakyat. Sehingga kunker tersebut dilaksanakan berdasarkan kebutuhan, bukan sekedar jalan-jalan atau piknik belaka,” pungkasnya.(wes/zak)
