4.000 Meter Sawah Rusak Akibat Pergerakan Tanah

Akibat pergerakan tanah sawah di Kabupaten Cianjur mengalami kerusakan

CIANJUR-Saluran irigasi di Kampung Cibolang, RT4 RW2 Desa Wargaasih, Kecamatan Kabupandak, Kabupaten Cianjur, jebol karena terkena dampak pergerakan tanah. Akibatnya sawah seluas 4.000 meter mengalami kerusakan.

Sekertaris Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Mokhammad Irfan Sofyan menjelasakan, peristiwa pergerakan tanah tersebut terjadi setelah wilayah tersebut diguyur hujan selama beberapa jam.

“Peristiwa tersebut membuat retakan tanah selebar 50 cm hingg 2 meter, dengan panjang sekitar 200 meter, dan anjlok kebawah mencapai 20 hingga 50 cm,” katanya, Kamis (9/1/2020).

Baca juga : BPBD Cianjur Tetapkan Status Siaga Bencana Pergerakan Tanah Desa Sukaresmi

Akibat peristiwa tersebut, lanjut dia mengakibatkan irigasi jebol, dan membuat sawah seluas 4.000 meter rusak. Selain itu mengancam satu unit rumah milik warga sekitar.

“Saat ini saluruan irigasi tersebut sudah ditangulangi secara swadaya oleh masyarakat, agar air yang untuk mengaliri pesawahan bisa terselamatkan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk rumah yang terkena dampak pergerakan tanah itu dihuni sebanyak 7 jiwa. Dan saat ini sudah mengungsi ke rumah warga lain yang tidak jauh dari lokasi.

“Hingga saat ini sejumlah anggota BPBD dan Relawan Tangguh Bencana (RETANA) sudag disiagakan ditempat lokasi kejadian,” jelasnya.

Irfan mengaku, telah melakukan koordinasi dengan PVMBG terjait kajian pergerakan tanah dilokasi tersenut. Terkait irigasi yang jebol pihaknya juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kabupaten Cianjur.

“Saya mengimbau masyarakat terutama warga yang tinggal di sejumlah tempat yang terkena benaca pergerkan tanah longsor untuk siaga dan waspada ketika saat terjadi hujan deras,” pungkasnya.(zie/zak)

Baca juga