WNA Korban Kecelakaan Cipularang Tak Mau Diobati di Indonesia

dokter Sigit saat melakukan konferensi pers tentang kondisi korban kecelakaan Tol Cipularang.

PURWAKARTA – Seorang WNA Sen Hu Sop (61) asal Korsel yang turut menjadi korban luka bakar pada peristiwa kecelakaan di ruas tol Cipularang KM 91.200, menolak untuk dilakukan tindakan medis dan minta segera di
pulangkan ke negaranya.

Padahal, kondisi korban mengalami luka bakar sekitar 35 % di tubuhnya dan masih berada di ruang UGD RS Abdul Radjak Purwakarta.

Kepala dokter ruang UGD RS Abdul Radjak Dr Sigit Indra Bestari mengatakan, bahwa pasien warga Korea tersebut saat ini kondisinya masih belum mendapat tindakan secara medis, meskipun korban berada di ruang ICU sejak tiga hari lalu.

“Meski pada otot- otot korban yang terbakar tidak bergerak, strukturnya sudah berbeda, akan tetapi korban tetap menolak untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” kata dr Sigit. Rabu, (4/9/2019).

Meski masih bisa berkomunikasi, ditambahkannya, pihak RS sudah mengajukan sebanyak dua kali untuk dilakukan penanganan secara medis, akan tetapi korban tetap menolaknya.
Pihaknya mengaku sangat khawatir atas kondisi dari korban.

“Pihak rumah sakit sangat khawatir atas kondisi korban, namun mister Sen tetap menolak dilakukan pengobatan. Malah atas permintaanya sendiri Sen Hu Sep minta pulang ke negara asalnya yaitu Korea” ujarnya.

Diketahui, Sen Hu Sop merupakan warga Korea yang akan bertugas sebagai ahli fisioterapi di KONI Jabar, dan pada saat dari Bandung akan ke Jakarta kendaraan yang ditumpanginya terlibat kecelakaan maut di ruas tol Cipularang KM 91.200 dan terbakar.

Saat ini seluruh korban yang masih menjalani perawatan di Rs Abdul Radzak sebanyak enam orang yaitu, Dedih (25) warga Tangerang, Rico Tanjung (34), M Arkanzie (6), Safira (4), Zulfahmi (56) ke empatnya satu keluarga merupakan warga Bekasi Timur, dan satu lainya Sen Hu Sop (61) warga Korea. (wes/naz)

Baca juga

Leave a Comment