Waspada, Kecanduan Game Online Ancam Gangguan Jiwa

Sekretaris DPPKB Kabupaten Purwakarta, Fata Faridulhisan. (Foto : Uwes/Praja).

PURWAKARTA-Kecanduan bermain games online yang saat ini tengah digandrungi remaja hingga dewasa banyak berdampak negatif hingga mengancam gangguan kejiwaan. Untuk itu peran orangtua atau keluarga akan sangat berpengaruh terhadap kebiasaan anak atau remaja saat menggunakan smartphone atau sejenisnya.

Hal itu seperti disampaikan Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Purwakarta, Fata Faridulhisan, saat ditemui di ruangan kerjanya, Jumat (4/10/2019).

“Sudah bisa ditebak, kecanduan bermain games menyebabkan banyak efek negatif. Selain membuat anak jadi malas bergerak, enggan belajar, berjam-jam bermain game bisa membuat anak meniru apa yang dilihatnya,” kata pria yang akrab disapa Fata.

Baca juga : Motede Belajar SKS Miliki Sejumlah Kelebihan dan Mulai Diterapkan Disejumlah Sekolah

Menurutnya, gangguan kejiwaan atau gangguan perkembangan dan gangguan emosi semakin tinggi terjadi pada anak-anak dan remaja akibat game online.

“Sayangnya, games yang populer di kalangan anak dan remaja saat ini adalah jenis permainan yang sarat adegan kekerasan, seperti perkelahian atau tembak-menembak.

Selain bisa berdampak pada malas belajar dan prestasi menurun, efek negatifnya ketika tidak dituruti permintaannya, mereka mengamuk dan menunjukkan perilaku-perilaku eksesif lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, sebenarnya video games juga bisa memberikan efek positif, yakni ketangkasan strategi, kecepatan reaksi, dan mengasah kreativitas.

“Anak juga jadi mengikuti perkembangan teknologi, yaitu gadget dan internet. Anak juga jadi luwes berkomunikasi dengan sesamanya, bahkan lintas negara,” ucapnya.

Meski demikian, fata menekankan peran orangtua dalam mengontrol dan mengawasi anaknya.

“Anak-anak masih butuh bimbingan orangtua karena mereka belum mengetahui segera dampak dari apa yang dilakukannya,” ujarnya.

Baca juga : Kemarau Panjang, Warga Dua Desa Manfaatkan Mata Air Ciloa

Fata menambahkan, anak mendapatkan perangkat permainan video games tentu dari orangtuanya, begitu pula jika mereka akan bermain games di warnet tentu harus memiliki uang untuk membayar. Karena itu orangtua perlu menetapkan aturan kapan anak boleh bermain dan durasi waktunya. Jangan membebaskan anak bermain games karena anak belum memiliki pengendalian diri.

“Ciptakan situasi yang kondusif di rumah agar anak nyaman di rumah dan merindukan orangtuanya saat di luar rumah. Kalau bisa, ayah dan ibu luangkan waktu sejenak untuk bermain komputer atau laptop secara bersama-sama. Ciptakan keakraban di rumah,” pungkas Fata. (wes/tif).

Baca juga

Leave a Comment