KARAWANG– Meski dalam kondisi pandemi, Band Singgasana yang digawangi Eka Pangulimara H, seniman asal Karawang tetap prosuktif dengan mencetak album berjudul “Tak Terbatas”.
Eka Pangulimara, sebagai lead guitar Singgasana Band menyebutkan, album ‘Tak Terbatas’ ini merupakan upayanya menghidupkan dunia musik di Karawang.
“Kami bakal merilis album ‘Tak Terbatas’ ini pada April nanti. Sebagai langkah awal, kami sudah merilis dua lagu dalam album tersebut yakni berjudul ‘Kaulah’ dan ‘WHYT’,” kata Eka saat diwawancarai di studio musik el Record entertainment, Jum’at (4/3/2022).
Dijelaskan, Singgasana Band menghadirkan genre musik rock dalam album ‘Tak Terbatas’ tersebut. “Alasan memilih rock karena memang lirik yang dibuat mengisahkan banyak hal tentang kehidupan, cinta dan kemanusiaan tentunya dengan nuansa rock itu mewakili perasaan para personel juga penikmatnya,” kata pria yang dikenal juga sebagai aktivis buruh ini.
Adapun komposisi personelnya yakni;
Eka Pangulimara H (Guitar), Pungu Sinaga (Vokal), Aditya (Bass), Albertus Wicaksono “Wicak” (Keyboard) dan M Fadhil Baqi “Baqi” (Drum).
Khusus dalam single berjudul ‘Kaulah’ Eka mengisahkan tentang perjalanan kisah cinta dan pilihan yang berat dalam cinta tersebut.
“Pada lirik chorusnya, si lelaki justru amat menyadari, bahwa pilihannya, memang tidak semulus dan seindah bunga. Namun justru banyak sekali perbedaan membentang. Yang tidak bisa dipungkiri. Namun keberanian memilih, dari si lelaki tersebutlah yang telah mengubah kesadarannya,” bebernya.
Dari perbedaan itu, lanjut Eka, justru menjadi semangat cinta yang tidak pernah memadam. Bahkan si lelaki menyebut, bahwa si perempuan pilihannya, yang menguatkan rasanya.
“Bahwa ‘Kaulah’ itu mereka berikrar tidak lagi dua, melainkan satu. Kaulah yang menyatukan cinta ini, seperti itu lagu yang sudah rilis di berbagai platform musik pada hari ini,” ungkapnya.
Adapun nuansa musik 90-an yang diusungnya.
“Singgasana Band di album perdananya sengaja menghadirkan suasana musik 90’an dengan besutan sound kekinian, semoga menambah kekayaan khasanah musik Indonesia. Dan dapat diterima penikmatnya,” tandasnya.(red)
