TJSL Pupuk Kujang Prioritaskan Pemberdayaan Sosial, Komisi III DPRD Minta Tak Lupakan Infrastruktur

KARAWANG-Pada tahun 2023 ini PT Pupuk Kujang akan mengeluarkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) sekira Rp.10 Miliar. Program TJSL perusahaan plat merah tersebut akan diprioritaskan untuk pemberdayaan sosial.

Hal itu diungkapkan Sekretaris PT Pupuk Kujang, Ade Cahya Kurniawan saat menerima kunjungan kerja dari Komisi III DPRD Kabupaten Karawang, Senin (13/3/2023) di Kawasan Industri Pupuk Kujang, Cikampek.

Ade Cahya mengungkapkan, pada program TJSL tahun 2023 ini pihaknya tidak lagi banyak menyentuh program yang betsifat karikatif, namun akan lebih berfokus kepada pemberdayaan sosial.

“Kami menilai program karikatif malah menbuat penerima bantuan ketergantungan dengan perusahaan, sehingga kami ingin lebih memberikan pancingan agar saat tanpa kehadiran perusahaan pun masyarakat penerima manfaat dari program TJSL justru lebih mandiri,” ungkap dia.

Pada 2022 lalu ada 197 program bantuan yang direalisasikan Pupuk Kujang melalui dana TJSL, baik infrastruktur atau pun pemberdayaan masyarakat dan lainnya.

“Dana TJSL pada 2023 ini sekira Rp.10 Miliar, tentunya tidak hanya untuk di Karawang. Tapi kami memprioritaskan untuk Karawang karena memang kedudukan PT Pupuk Kujang ini ada di Karawang,” jelas Ade Cahya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Komisi III DPRD Karawang, Fitri Meilinda menyambut baik rencana program TJSL dari PT Pupuk Kujang pada 2023 yang akan memprioritaskan pada pemberdayaan masyarakat. Namun legislator Fraksi Golkar ini meminta agar tetap ada program infrastruktur dari TJSL perusahaan pupuk milik pemerintah ini.

“Program TJSL yang memprioritaskan pemberdayaan masyarakat sangat baik, tapi jangan melupakan program infrastruktur. Mengingat masih banyak kebutuhan infrastruktur yang tentunya memerlukan bantuan dari perusahaan seperti Rumah Layak Huni, Pembangunan Jalan dan lainnya,” kata Fitri.

Senada dikatakan Ketua Komisi III DPRD, H. Endang Sodikin. Legislator yang akrab disapa Kang HES itu mengungkapkan, salah satu tujuan pihaknya berkunjung ke perusahaan-perusahaan yang ada di Karawang adalah untuk membangun sinergitas antara pemerintah kabupaten (pemkab) dengan perusahaan dalam membangun, khususnya dalam bidang infrastruktur.

“Karawang saat ini membutuhkan banyak pembangunan infrastruktur. Tentunya kehadiran perusahaan untuk turut serta melaksanakan pembangunan infrastruktur melalui dana TJSL sangat diharapkan, karena memang meski APBD Karawang terbilang cukup besar namun nyatanya masih belum cukup untuk menutupi kebutuhan infrastruktur,” ungkap dia.

Menanggapi hal tersebut, Ade Cahya mengungkapkan, meski pada 2023 ini pihaknya memprioritaskan pemberdayaan masyarakat dalam program TJSL, namun tidak menutup peluang untuk program infrastruktur.

“Program Infrastruktur melalui TJSL tetap dilakukan, meski prioritas ke pemberdayaan masyarakat,” ungkap dia.(zak)

Baca juga