Tipu Ratusan Canaker, Kacab PT K Diamankan Polisi

KARAWANG-Dituding telah menipu ratusan calon tenaga kerja, AS, pimpinan cabang perusahaan jasa penyalur tenaga kerja PT K ditangkap polisi. AS tidak sendirian, dia dibekuk bersama rekan kerjanya berinisial KD.

Modus operandi yang dilakukan para tersangka adalah merekrut ratusan calon naker yang dijanjikan bakal dikerjakan di PT C, yang berlokasi di Purwakarta. Para tersangka mengutip sejumlah uang dari para canaker itu dengan total Rp 500 juta lebih.

Hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Resor Karawang Ajun Komisaris Besar Wirdhanto Hadicaksono, saat menggelar konferensi pers kasus itu, Selasa (5/12/2023). “Tindak pidana penipuan ketenagakerjaan ini terungkap karena para korbannya melapor ke Polres,” ujar Wirdhanto.

Disebutkan, total korban yang merasa ditipu oleh tersangka ada 139 orang. Mereka dijanjikan akan diangkat sebagai tenaga satuan pengamanan (Satpam) di PT C.

Untuk meyakinkan para korbannya, tersangka melatih mereka ilmu bela diri dan baris-berbaris. Bahkan para korban dibelikan seragam Satpam.

Hanya saja, lanjut Wirdhanto, para korban diminta yang administrasi sebesar Rp 4 juta per orang. “Sebagain korban ada yang telah melunasi uang tersebut. Beberapa korban lainnya baru menyerahkan sebagian saja,” kata Kapolres.

Dijelaskan juga, perusahaan jasa penyalur tenaga kerja PT K sebenarnya merupakan perusahaan resmi alias legal. Perusahaan itu berlokasi di Bekasi, sedangkan teesangka AS hanya sebagai Kepala Cabang yang berkedudukan di Karawang.

Sebagai kepala cabang, AS, warga Telagasari, Karawang berinisiatif merekrut canaker tenaga security. Dia dibantu stafnya KD, warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi dan seorang tenaga administrasi yang kini masih dalam pengejaran polisi.

“Cara yang dilakukan tersangka untuk menjerat korbannya nyaris berhasil. Namun, korban mulai curiga ketika mereka tak kunjung dikerjakan di PT C, seperti dijanjikan tersangka,” kata Wirdhanto.

Setelah ditelusuri, lanjut Wirdhanto, ternyata PT C tidak punya hubungan kerja sama dengan PT K. Berangkat dari bukti itu polisi akhirnya menahan AS dan KD.

“Kami masih berupaya mengembangkan kasus ini. Apakah kasus penipuan ini menjerat pula para pengelola PT K yang berkantor di Bekasi. Kami masih dalami apakah ada aliran uang ke kantor pusat atau tidak,” kata Wirdhanto.

Disebutkan, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 378 KUHP terkait tindak pidana penipuan dengan ancaman hukuman kurungan 4 tahun penjara.(red) 

Baca juga

Leave a Comment