Sumber Mata Air Kering, Ribuan KK Beli Air Bersih

Sejumlah warga tengah mengambil air, yang berjarak sekitar empat kilomter dari kediamannya.

CIANJUR-Puluhan ribu kepala keluarga (KK) dari empat desa di Kecamatan Naringgul, Kabupaten Cianjur, terpaksa harus membeli air bersih untuk keperluan sehari-sehari. Karena sejumlah sumber mata air mengalami kekeringan akibat kemarau panjang.

Sudah hampir enam bulan musim kemarau terjadi di Kecamatan Naringgul dan telah selama tiga bulan sejumlah sumber mata air di keempat desa tersebut mengalami kekeringan.

Empat desa yang mengalami kekeringan itu ialah, Desa Wangunjaya, Malati, Naringgul, dan Margasari. Selama kekeringan warga terpaksa harus berjalan sejauh empat hingga lima kilometer untuk mengambil air guna keperluan sehari-hari.

Baca juga : TKSK Sukaluyu Bantu Air Bersih 200 KK Terdampak Kekeringan

Kepala Dusun Puncakwangi, Desa Wangunjaya, Jejen, mengatakan, semenjak sumber mata air mengalami kekeringan sejumlah warga terpaksa harus menampung dan mengunakan air bekas untuk kebutuhan MCK.

“Sedangkan untuk keperluan masak dan minum, sebagaian warga yang mampu dapat membeli air bersih seharga Rp70.000 per 1.000 liter dari salah satu perusahaan,” katanya, Senin (28/10/2019).

Sementara itu, Kelapa Desa Wangunjaya, Atay, mengatakan akibat kekeringan yang terjadi ditahun ini, setidaknya ada tiga kedusunan yang mengalami kekeringan, yatu Dusun Wangunjaya, Cikareo dan Puncakwangi.

Baca juga : BPBD Cianjur Kebanjiran Permintaan Air Bersih

“Sejauh ini belum bantuan dari pemerintah daerah dan pusat belum ada, dan terpaksa warga yang membutuhkan air bersih harus berjalan sejauh beberapa kilometer hingga larut malam, bahkan ada yang membelinya,” katanya.

Pihaknya berharap pemerintah dan dinas atau intansi terkait dapat segera memberikan bantuan seperti sumur bor, pasokan air bersih dan bak penampungam supaya keperluan warga tidak perlu membeli air untuk mencukupi keperluannya. (zie/tif).

Baca juga