
Pupuk Kujang Cikampek.
KARAWANG-Sampai dengan 19 Desember 2019 stok pupuk urea bersubsidi di gudang lini III wilayah Karawang dapat dipastikan aman. Stoknya mencapai 6.252 ton atau 116 persen dari ketentuan stok tiga minggu kedepan sebesar 5.384 ton.
Sedangkan stok pupuk NPK Phonska sebanyak 1.727 ton atau 115 persen dibandingkan dengan ketentuan stok tiga minggu kedepan sebesar 1.489 ton. Pupuk Organik sebanyak 633 ton atau 111 persen dari ketentuan stok 3 minggu kedepan sebesar 567 ton, ketersediaan ini cukup sampai akhir tahun.
“Realisasi penyaluran di Kabupatan Karawang pupuk urea bersubsidi sebesar 49.900 ton atau 88 persen dibandingkan kebutuhan Distan sebesar 56.679 ton,” kata Kabag Hubungan Eksternal PT Pupuk Kujang, Indra Gunawan, Senin (23/12/2019).
Ia melanjutkan, sedangkan serapan NPK Phonska mencapai 20.786 ton atau 90 persen dari kebutuhan menurut Distan sebesar 23.076 ton dan penyaluran pupuk Organik mencapai 88 persen atau sebesar 7.625 ton dibandingkan angka kebutuhan menurut Distan sebanyak 8.646 ton. Perkiraan serapan pupuk akan tinggi pada puncak masa tanam nanti diawal 2020 mendatang.
Baca juga : PT Pupuk Kujang Pastikan Stok Pupuk di Jabar Banten Aman
Dalam penyaluran pupuk bersubsidi di lapangan, Indra juga mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan stakeholder dan masyarakat yang aktif dalam memonitoring penyaluran pupuk untuk sektor tanaman pangan. Hal ini agar pupuk bisa sampai ke tangan petani dengan prinsip 6T (Tepat Tempat, Tepat Harga, Tepat Jumlah, Tepat Mutu, Tepat Jenis, Tepat Waktu).
“Kami berharap dengan komitmen bersama ini, antara perusahaan, distibutor dan kios dapat terus bersinergi dengan baik, untuk mengedepankan kepentingan petani, dan kelancaran penyaluran pupuk bersubsidi khususnya di wilayah Jawa Barat & Banten secara optimal,” pungkas Indra.
Untuk diketahui PT Pupuk Kujang memproduksiurea dengan kapasitas 1.140.000 ton per tahun, pupuk NPK 200.000 ton per tahun ,pupuk organik 20.000 ton per tahun. Angka tersebut melebihi kebutuhan pupuk untuk di wilayah Jawa Barat dan Banten selama satu tahun berdasarkan ketentuan. (rls/red)
