Soal Boikot Produk Prancis, Ini Kata Komisi II DPRD Karawang

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Anggi Rostiana Tarmadi

KARAWANG-Seruan boikot produk Prancis yang merupakan dampak dari pernyataan Presiden Prancis yang dianggap menghina umat muslim masih ramai diperbincangkan. Hal itu tentunya akan berdampak kepada kondisi perdagangan di Indonesia termasuk di Karawang, mengingat banyaknya produk Prancis yang beredar di tanah air.

Ketua Komisi II DPRD Karawang, Anggi Ristiana Tarmadi mengaku sangat menyayangkan terhadap pernyataan Presiden Prancis yang menghina umat islam dan bahkan tidak mencegah penerbitan kartun Nabi Muhamad dengan alasan kebebasan berekspersi.

“Hal itu telah melukai umat islam di Indonesia dan seluruh dunia. Kalau kebebasan berekspresi itu tanpa batas ya bahaya, bahkan menyinggung soal agama. Itu kan hal yang sangat principal bagi umat islam atau agama manapun ketika dihina agamanya,” ujarnya.



Menurutnya, menganut agama merupakan kebebasan orang lain dalam memegang kepercayaan terhadap Tuhan. Maka saat penghinaan dilakukan seseorang terhadap agama, akan memunculkan respon sosial.

“Siapa yang rela jika Tuhannya, jika nabinya dihina. Dan yang dilakukan umat islam saat ini adalah bentuk tekanan yg diberikan terhadap Presiden Prancis agar meminta maaf ke umat islam di seluruh dunia,” paparnya.

Anggi menuturkan, Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan sendiri telah mengeluarkan pernyataan bahwa pemerintah mengambil langkah untuk tidak ikut serta memboikot produk-produk Prancis, karena hal tersebut di luar dari konteks perdagangan.

“Di beberapa kalangan masyarakat seruan boikot tidak berpengaruh besar, karna mereka tidak tahu apa saja produk Prancis. Apalagi saat ini dunia perdagangan memasuki pasar global,” tandasnya.(zak) 

Baca juga

Leave a Comment