Sejumlah Masjid di Purwakarta Belum Sertifikasi Arah Kiblat

Kepala Kemenag Kab Purwakarta, H Tedi Ahmad Junaedi

PURWAKARTA – Untuk memastikan akurasi arah kiblat, Kementrian Agama Kabupaten Purwakarta akan melakukan pengukuran hingga sertifikasi arah kiblat bagi sejumlah Masjid/Mushola yang ada di wilayah Kab Purwakarta, saat ini, dari 2.500 Masjid dan mushalla yang ada di Kabupaten Purwakarta, ada 88 mesjid dan mushalla diantaranya belum ada sertifikat pengukuran arah kiblat.

Menurut Kepala Kemenag Kabupaten Purwakarta, H. Tedi Ahmad Junaedi mengatakan, Pengukuran arah kiblat sangat besar manfaatnya bagi umat Islam karena membantu masyarakat Islam dalam meluruskan arah kiblat masjid, mushalla, langgar dan tempat lainnya yang belum pernah mendapatkan layanan pengukuran arah kiblat dari Kemenag.

“Pengukuran arah kiblat ini juga memberikan kepastian arah kiblat bagi masjid, mushalla, langgar, Tanjug dan tempat lainnya sehingga menambah keyakinan umat Islam dalam menghadap kiblat ketika menjalankan ibadah Shalat,” kata Tedi, saat ditemui di ruangan kerjanya, Kamis (22/8/2019).

Selain itu, lanjut dia, Pengukuran arah kiblat ini sebagai media untuk meningkatkan pemahaman masyarakat Islam tentang pentingnya pengukuran arah kiblat bagi masjid, mushalla, langgar, tanjug dan tempat lainnya yang membutuhkan pengukuran arah kiblat bagi keabsahan shalat.

“Untuk mendapatkan layanan pengukuran arah kiblat ini, masyarakat dapat mengajukan surat permohonan melalui pengurus masjid atau mushalla ke Kantor Kemenag Purwakarta. Untuk masjid, mushalla, langgar, Tanjug dan tempat lainnya yang sudah diverifikasi arah kiblatnya, dibuktikan dengan sertifikat,” katanya.

Baru-baru ini, lanjut Tedi, ada 42 Masjid dan mushalla yang ada di 6  Kecamatan di Purwakarta sudah akurat sudah dilakukan pengukuran arah kiblat.

” Kami berharap pengurus masjid dan mushalla sebelum mandirikan mengajukan dulu sertifikat pengukuran arah kiblat,” ucapnya. (wes)

Baca juga

Leave a Comment