Sebagai Salah Satu Desa Kreatif, Pemdes Wancimekar Dukung Perda Pengembangan Ekraf

Kapala Desa Wancimekar, Dimyat Sudrajat

KARAWANG-Pemerintah Desa (Pemdes) Wancimekar Kecamatan Kotabaru mendukung pembentukan Peraturan Daerah (Perda) Pengembangan Ekonomi Kreatif (Ekraf) yang saat ini tengah di bahas oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Karawang. Hal itu karena Wancimekar merupakan salah satu desa kreatif di Kota Pangkal Perjuangan.

Kepala Desa Wancimekar, Dimyat Sudrajat mengatakan, banyak masyarakat nya yang menjadi pelaku ekraf dari berbagai sektor seperti fhasion, kerajinan tangan atau kriya dan seni pertunjukan. Bahkan sebagaian menjadikan hasil ekraf sebagai mata pencaharian utama.

“Mayoritas ekraf di wancimekar ada pada sektor fhasion yang memproduksi topi, tas, jaket kaos dan kemeja. Kami jiga punya anak muda yang mengembangkan kriya kayu dan seni pertunjukan,” ujarnya, Rabu (29/9/2021).

Ia mengungkapkan, Pemdes juga memiliki cita-cita untuk membangun ruang bagi pelaku ekraf berekspresi dan mempersentasikan karya. Namun tentunya memerlukan suport dari pemerintah daerah untuk mewujudkan cita-cita tereebut.

“Kami berencana untuk membangun taman kreasi di pusat desa. Di taman ini juga dibangun panggung serta kios-kios untuk memamerkan hasil kreasi pelaku ekraf. Namun keterbatasan anggaran desa membuat cita-cita ini sulit diwujudkan. Untuk itu kami akana berkoordinasi dengan pemerintah daerah termasuk melalui legislatif agar apa yang kami cita-citakan ini dapat segera terwujud,” paparnya.

Dimyat menambahkan, selain modal dan pasar, masalah yang harus segera diselesaikan dari ekraf di desa nya adalah perlindungan hak intelektual dan hak cipta.

“Alhamdulillah sudah ada pelaku ekraf yang punya hak cipta di Desa Wancimekar, yaitu Banstar yang berada di sektor fhasion. Banstar memproduksi tas dan jaket. Tapi mayoritas pelaku ekraf di Wancimekar ini masih belum memiliki hak cipta,” ungkapnya.

Pemanfaatan teknologi dalam pengembangan ekraf di Wancimekar juga masih terbilang rendah. Saat ini yang sering digunakan hanya media sosial senagai teknologi yang mudah diakses untuk membantu pemasaran.

“Pemanfaatan teknologi juga menjadi program kami kedepan untuk mengembangkan ekraf. Saat ini masih minim, baru medsos saja. Kedepan kami ingin semua sarana teknologi dapat di manfaat oleh pelaku ekraf,” tandasnya.(Zaelani Ardika)

Baca juga

Leave a Comment