
KARAWANG-Anggota Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Karawang, H. Moch. Dimyati menggelar reses ke dua tahun sidang 2024/2025 di Kecamatan Tirtamulya, Kamis (13/2/2025). Hadir sejumlah petani dari berbagai Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kecamatan Tirtamulya dalam kegiatan menyerap aspirasi tersebut.
Ketua Gapoktan Desa Parakan Kecamatan Tirtamulya, Enjang Wahyudi mengeluhkan kondisi PH tanah sawah yang menurun, sehingga berdampak kepada produktivitas hasil pertanian. Sedangkan untuk meningkatkan PH tanah membutuhkan biaya yang tak sedikit.
“Hasil panen di Kecamatan Tirtamulya ini menurun karena kondisi OH tanah yang rendah, bahkan sampai dibawah 5 persen. Sedangkan yang dibutuhkan itu PH 6 sampai 8 persen. Apakah kami bisa mengusulkan bantuan untuk meningkatkan PH tanah agar berada di angka 6 sampai 8 persen seperti yang kami butuhkan,” ungkapnya.
Menanggapi hal tersebut, H. Moch. Dimyati mengatakan, ketika PH rendah tanah akan mengeras, sehubgga akan menghambat pertumbuhan akar yang juga berdampak kepada produktivitas. Kondisi tanah yang mengeras juga akan mempengaruhi nutrisi tambahan yang diberikan petani, karena tidak dapat diserap secara optimal oleh tanaman padi.
Perbaikan PH harus diimbangi oleh pupuk, baik itu organik cair, pur tanah kaptan, jiolid dan sebagainya. Para petani juga harus paham bahwa perbaikan tanah ini tidak bisa bimsalabim ketika dilakukan langsung membaik signifikan. Butuh waktu tiga sampai empat musim.
“Saya siap menyediakan Kaptan untuk perbaikan tanah, tapi saya minta dipakai bareng-bareng. Jangan sebagian pakai, tapi sebagian tidak mau pakai,” tegasnya.
Politisi Partai Gerindra ini menambahkan, jika melihat program-program Pemerintahan Prabowo-Gibran, merupakan masanya bagi para petani untuk berkarya lewat produk-produk yang dihasilkan, dengan ditunjang melalui program-program pertanian dari pemerintah.
“Presiden Prabowo sudah menegaskan bahwa harga gabah tidak boleh kurang dari Rp.6.500. Lalu pendistribusian pupuk bersubsidi juga akan menggunakan sistem yang baru, tidak lagi oleh distributor, melainkan langsung melalui Gapoktan atau Poktan. Maka diharapkan Gapoktan/Poktan yang ada di Kecamatan bergabung menjadi satu, nanti kita bimbing bagaimana menjalankan pendistribusian pupuk, termasuk dalam cara pelaporannya,” tururnya.
Bahkan, lanjut H. Moch. Dimyati, program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga akan sangat berpengaruh kepada pertanian. Karena petani dapat menyediakan kebutuhan MBG seperti beras dan sayuran.
“Nanti itu ketika program MBG berjalan optimal, misal kebutuhan beras di Kecamatan Tirtamulya ini 30 ton, tapi yang dapat disediakan hanya 20 ton, maka baru kekurangan 10 ton mengambil kekurangannya dari kecamatan lain. Begitu pun kebutuhan sayuran, sumber protein hewani dan lain-lain. Karena salah satu tujuan dari program MBG ini adalah perputaran ekonomi di masyarakat. Sehingga anak-anak sehat, masyarakat juga sejahtera,” tandasnya.(red)
